Viral: 7 Fakta Dan Alasan Penganiayaan Perawat RS Siloam

Posted on

7 Fakta Dan Alasan Dibalik Penganiayaan Perawat RS Siloam

TINTAPENA.COM – Jakarta. Beredar video penganiayaan terhadap perawat disebuah rumah sakit (RS) swasta di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), viral di media sosial (medsos). Dalam potongan video tersebut terlihat seorang perawat perempuan telah diduga dianiaya oleh keluarga pasien hingga memar dibagian perut dan wajah.

“Memang benar, dari laporan korban di SPKT Polrestabes Palembang, kejadian itu terjadi disebuah rumah sakit swasta yang beralamat di kawasan Ilir Barat I, Kota Palembang,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah ketika dimintai konfirmasi oleh wartawan, hari Jumat (16/4/2021).

Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis (15/4) sekitar pukul 13.30 WIB. Perawat yang diduga jadi korban penganiayaan tersebut bernama Christina Remauli (28 tahun).

Dalam penggalan video terlihat beberapa pegawai RS menyaksikan peristiwa tersebut. Tampak juga ada beberapa petugas keamanan yang mencoba melerai. Selain itu, ada pria yang berpakaian biasa yang mengaku polisi juga mencoba untuk melerai keributan.

Kepada polisi, Christina mengaku dipanggil ke ruang perawatan nomor 6026. Lalu dia ditanya soal cara melepas infus yang ada di tangan anak yang dirawat di ruangan tersebut.

Namun, belum sempat korban menjawab, terlapor langsung saja memukul wajah Christina. Meski saat itu sempat dilerai oleh perawat lainnya, terlapor tetap memukul kembali wajah korban.

Korban ditendang dan keluarga pasien ini juga disebut tidak mau untuk mendengarkan keterangan dari korban.

Ada 7 Fakta Keluarga Pasien Tega Aniaya Korban, Antaranya:

  1. Diminta Sujud Lalu Ditendang

Pihak dari Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang menyesalkan akan aksi penganiayaan Christina. Direktur Keperawatan RS Siloam Sriwijaya, Tata, mengatakan Christina mengalami memar-memar.

“Kejadian penganiayaan ini semestinya tidak perlu terjadi. Kami, manajemen RS Siloam sangat menyesali atas tindakan yang dilakukan oleh pelaku, karena kami sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk para pasien yang dirawat,” kata Tata ketika dikonfirmasi wartawan, hari Jumat (16/4/2021).

kata Tata, kejadian awalnya sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu anak dari pelaku sedang dirawat di lokasi kejadian. Karena sudah mendapat izin pulang, korban diminta mencabut selang infus.

“Dikarenakan pasien ini merupakan anak pelaku dan usianya masih dua tahun, sedang aktif-aktifnya, kita berhati-hati untuk mencabut selang infus,” imbuhnya.

Namun, sambung Tata, saat itu hal yang tak diinginkan terjadi. Saat itu ibu pasien sedang menggendong pasien hingga tangan pasien mengeluarkan darah.

“Melihat itu, perawat kami langsung mengganti plester yang berdarah, sembari menghentikan darah di tangan pasien. Saat kejadian awal pelaku tidak sedang berada di lokasi,” bebernya.

Sekitar pukul 14.00 WIB, pelaku kemudian datang dan memanggil perawat tersebut. Sang istri kemungkinan menceritakan kejadian tersebut kepada pelaku.

“Saat menemui pelaku, kami datang bertiga. Memang pelaku menyuruh yang tidak berkepentingan agar keluar, namun kami menolak karena kami yang bertanggung jawab, baik kepada pasien dan perawat. Pelaku coba melontarkan pertanyaan, tapi belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah perawat kami,” jelasnya.

Selanjutnya, pelaku juga memaksa korban untuk bersujud dan meminta maaf. Di saat yang bersamaan pelaku juga menendang perut korban hingga memar.

“Pelaku juga memaksa perawat kami bersujud untuk meminta maaf, di saat itu juga dia menendang perut perawat kami. Melihat kejadian tersebut kami sempat menghalangi dan coba melerai, namun pelaku justru menarik rambut korban. Hingga petugas keamanan RS pun berdatangan kelokasi dan mengamankan korban karena terluka dan memar,” ujar Tata.

  1. Tak Tunggu Penjelasan

Pelaku juga disebut langsung menampar wajah perawat Christina tanpa menunggu penjelasan apapun. Dia sempat melontarkan pertanyaan, Namun, sebelum pertanyaan dijawab, pelaku malah menampar perawat.

  1. Keluarga Pasien Setop Aniaya Perawat Setelah Polisi Melerai

Aksi penganiayaan tersebut berhenti setelah salah seorang polisi yang ada di lokasi menegur pelaku.

“Kebetulan dalam kamar yang sama itu ada anggota polisi juga. Dia mencoba untuk memperingatkan pelaku yang juga mengaku sebagai anggota polisi, untuk tidak main hakim sendiri,” kata Tata.

Tata sangat menyesalkan insiden penganiayaan yang menimpa perawat Christina Remauli (28 tahun). RS Siloam, kata Tata, sudah berusaha dengan baik untuk melayani pasien secara maksimal.

  1. Penganiaya Cuma Ngaku-ngaku Polisi

Keluarga pasien yang menganiaya Christina ini mengaku sebagai polisi. Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri menegaskan pelaku bukan dari anggota Polri.

“Tidak betul (pelaku anggota Polri),” kata Irjen Eko, hari Jumat (16/4/2021).

“Pelaku itu ngaku-ngaku sebagai anggota Polri,” imbuhnya.

Eko menegaskan jika anggota Polri yang ada di area kejadian justru mencoba mencegah pelaku melakukan penganiayaan. Anggota Polri tersebut merupakan keluarga pasien lain yang juga sedang dirawat.

“Anggota Polri yang melerai dan melarang untuk melakukan aniaya,” ujarnya.

“Keluarga pasien yang kebetulan di TKP, itu dari pasien lain,” imbuhnya.

  1. Penganiaya Perawat Ditangkap

Polisi berhasil menangkap Jason Tjakrawinata alias JT (38 tahun) yang terduga menganiaya perawat. Jason saat itu ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

“Iya tersangka penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya sudah kita tangkap di OKI,” kata Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, pada Jumat (16/4/2021).

Kompol Tri Wahyudi turun langsung ke lapangan untuk menangkap dan mengamankan pelaku. Namun, belum dijelaskan secara detail mengenai kronologi penangkapan tersebut.

Dalam penggalan video penangkapan yang diterima detikcom, terlihat kalau pelaku pasrah saat di tangkap. Pelaku tak berkutik melihat polisi sudah mengepung rumahnya.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat meminta izin untuk tukar pakaian. Robert pun memberi izin.

“Gantilah pakaian ya, Nggak papa ya,” kata Robert yang dulu pernah menjabat sebagai Kapolsek Kemuning Palembang.

Kemudian pelaku terlihat meninggalkan polisi yang berjaga di depan rumah kemudian masuk ke rumah dan minta izin menutup pintu.

Tak lama setelah tukar pakaian, pelaku keluar dan langsung diamankan. Pelaku kini sudah dalam perjalanan menuju Palembang.

  1. Motif karena Emosi Tangan Anak Terluka

Polisi melakukan gelar perkara penganiayaan perawat RS Siloam Sriwijaya dengan tersangka Jason Tjakrawinata. Polisi menyebut pelaku nekat lakukan aksi itu karena emosi sesaat yang tak terbendung.

“Motif tersangka, karena saat itu emosinya tak terbendung. Ia mengaku saat itu lelah karena sudah empat hari pelaku menjaga anaknya di rumah sakit tersebut. Ia emosi setelah melihat tangan anaknya yang terluka usai di cabut infusnya oleh korban,” kata Kapolrestabes Palembang, Kombes Irvan Prawira saat jumpa pers di Mapolrestabes, hari Sabtu (17/4/2021).

Atas perbuatannya itu, tersangka kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana. “Ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara,” ujarnya.

  1. Jason Tjakrawinata Minta Maaf

Jason Tjakrawinata membeberkan soal aksinya saat menganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Christina Ramauli Simatupang. Jason mengakui perbuatannya dan akhirnya meminta maaf.

“Mendengar anak saya menangis pada saat hendak pulang dari RS Siloam, saya emosi hingga nekat mendatangi perawat tersebut,” kata Jason di Mapolrestabes Palembang, hari Sabtu (17/4/2021).

“Anak saya sudah empat hari di rawat di sana dan saya harus bolak-balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima rasanya,” tuturnya lagi.

Sambil menundukkan kepala dengan suara terbata-bata, Jason sangat menyesali perbuatannya. Dia meminta maaf kepada korban dan kepada pihak RS Siloam.

“Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya, saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *