Vandalisme 3 Coretan PKI Dilambang PDIP

Posted on
Vandalisme 3 Coretan PKI Dilambang PDIP
Vandalisme 3 Coretan PKI Dilambang PDIP

TINTAPENA.COM–Pacitan, Aksi vandalisme yang telah terjadi di Kantor DPC PDIP Pacitan, Jalan WR Supratman. Sedikitnya ada tiga lokasi coretan di kawasan tersebut. Semua coretan itu bertuliskan ‘PKI’.

Coretan yang pertama terdapat pada simbol kepala banteng yang merupakan bagian dari papan nama kantor. Berikutnya ada tulisan yang serupa juga ditemukan di tembok dan kaca kantor tersebut.

“Untuk yang di kaca sudah kita bersihkan,” kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Pacitan, Eko Setyoranu kepada tim detikcom, hari Selasa (24/8/2021).

Sementara untuk dua titik tulisan di tembok bangunan dan di papan nama masih dibiarkan utuh hingga kini. Keduanya hanya ditutup media berupa lembaran elastis berwarna putih.

Alasan tulisan bernada provokatif itu belum dihapus, lanjut Eko, untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut. Hal itu juga sebagai antisipasi jika pihak DPP bermaksud turun untuk melihat secara langsung.

Eko menjelaskan, tulisan serupa juga ditemukan di area perempatan Jalan Lintas Selatan (JLS). Tepatnya di lokasi papan berwarna merah yang berdekatan dengan SPBU mini. Isinya bahkan menyebut nama Presiden Jokowi dan mengkaitkan dengan partai terlarang.

Eko mengaku pertama kali melihat tulisan provokatif tersebut setelah mendapat laporan dari seorang staf. Kala itu politisi yang juga anggota DPRD Pacitan itu akan menghadiri sidang paripurna.

Seperti biasa, sebelum menuju gedung dewan dirinya pasti menyempatkan diri mampir kantor DPC. Saat itulah dirinya mendapat laporan vandalisme yang bertuliskan PKI. Setelah berkoordinasi dengan jajaran pengurus, pihaknya kemudian melapor ke polres.

“Langsung kami laporkan ke polres. Kemarin kami juga sudah ketemu dengan pak kapolres,” ujarnya.

Eko menyayangkan sekali aksi corat-coret yang berpotensi memperkeruh suasana. Apalagi hal itu terjadi disaat semua pihak tengah berjuang keras mengendalikan pandemi COVID-19. Dia berharap aparat segera mengungkap kasus ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *