Tempel Kelamin Kebuku Doa, VIRAL. Apa Motifnya?

Posted on
Tempel Kelamin Ke Buku Doa, VIRAL. Apa Motifnya?
Tempel Kelamin Ke Buku Doa, VIRAL. Apa Motifnya?

TINTAPENA.COM–Bekasi, Seorang pria inisial BF di Rawalumbu, Kota Bekasi, mengundang banyak reaksi kemarahan warga. BF yang diduga melakukan sebuah penistaan agama dengan menempelkan alat kelaminnya ke sebuah ‘Al-Quran’.

Polisi pun segera turun tangan menyelidiki aksi viral BF ini. Belakangan telah terungkap, BF menempelkan alat kelaminnya itu bukan di Al-Quran, melainkan di sebuah buku kumpulan doa.

Polisipun kemudian menelusuri kejadian tersebut. Tidak butuh waktu lama, BF pun telah diciduk polisi.

“Iya benar (sudah diamankan). Silakan hubungi Humas,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Heru Purnomo saat dihubungi, hari Sabtu (27/11).

Aksi BF ini Viral di Medsos

Perbuatan tak senonoh yang dilakukan BF ini direkamnya dengan menggunakan sebuah ponsel miliknya. Video tersebut tak lama kemudian viral dikalangan media sosial.

Dalam unggaha video viral tersebut, BF awalnya mengarahkan kamera ke wajahnya. Tak berselang lama, ia lalu membuka ristleting celana dan kemudian menempelkan kelaminnya ke sebuah buku kumpulan doa.

Sekilas, buku tersebut mirip dengan Al-Quran. Ada juga tulisan Arab dan bahasa Indonesia di buku kumpulan doa ini.

Bukan Al-Quran, tapi Buku Kumpulan Doa

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Aloysius Supriyadi mengungkapkan pihaknya telah mengamankan pria tersebut untuk merespons keresahan warga. Terutama karena belakangan terungkap, buku yang ditempeli kelamin si pria berinisial BF ini adalah buku kumpulan doa.

“Pada kemarin (hari Jumat) sore kejadiannya, di mana kita mendapatkan informasi bahwa telah beredar sebuah video seorang laki-laki yang di rekaman dalam video tersebut dengan mengeluarkan kemaluannya dari dalam celana, lalu digesek-gesekkan ke buku doa-doa yang menyerupai kitab suci Al-Qur’an,” ujar Aloysius kepada wartawan di Mapolres Kota Bekasi Baru, hari Sabtu (27/11).

Kejiwaan Pelaku Akan Diobservasi

Kombes Aloysius mengungkapkan saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku tersebut. Selanjutnya pria itu akan diobservasi kejiwaannya.

“Kita juga sudah melakukan pemeriksaan awal dan juga telah dilakukan observasi awal kepada yang bersangkutan,” tutur Aloysius.

Motif Masih Diselidiki

Aloysius mengungkapkan saat ini pelaku tidak memiliki pekerjaan. Pelaku juga disebut masih lajang.

Sementara terkait dengan motif pelaku melakukan perbuatan asusila ini masih dalam penyelidikan polisi.

“Latar belakang dan motivasi pelaku sedang kami selidiki,” katanya.

Saat ini pelaku masih diperiksa polisi. Pelaku bakal dijerat dengan pasal 45 ayat (2) juncto pasal 28 ayat (2) dan atau Pasal 45 ayat (1) juncto, Pasal 27 ayat (1) Undang-undang ITE Nomor 19 Tahun 2016 dengan ancaman kurungan penjara paling lama 6 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *