Remaja Korban Longsor Sungai Mahakam

Posted on

Remaja Korban Longsor Sungai Mahakam

TINTAPENA.COM–Satu orang dilaporkan hilang dalam peristiwa tanah longsor terjadi di pinggir Sungai Mahakam, Kota Samarinda tepatnya daerah di kawasan Jalan Ampera, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Samarinda, pada Minggu (25/4).
Koordinator Tim Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi, mengatakan, dari informasi yang diperoleh tim SAR yaitu teman korban yang selamat dari kejadian tersebut bernama Galih Sandi Saputra, saat itu diketahui korban atas nama Aan Ariyadi (22tahun) sedang memancing di pinggiran Sungai Mahakam.

“Korban dan temannya (saksi) tercebur ke sungai berdua, saksi dan korban berusaha berenang ke tepi sungai. Saksi berhasil selamat dengan berpegangan tali sedangkan korban tenggelam terseret karena arus Sungai Mahakam,” tuturnya, dikutip dari Antara.

Berdasarkan dari pantauan saat ini aparat sudah memasang garis polisi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Hal ini guna mencegah warga sekitar yang berbondong-bondong ingin datang untuk melihat ke lokasi kejadian tersebut. Lokasi abrasi ini tepatnya berada dekat konstruksi Jembatan Mahkota II Samarinda, yang telah diresmikan pada bulan Januari tahun 2018 lalu.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan jika hasil laporan sementara secara teknis struktur dari jembatan masih sangat aman sampai ada pengumuman keadaan lain dari Pemkot Samarinda.

“Dugaan sementara kejadian tersebut dipicu oleh aktivitas pengurugan tanah pada sisi sungai Mahakam di sekitar Jembatan Mahkota Dua yaitu pada pekerjaan intake (proyek pusat) oleh kontraktor dengan inisial PT. NK,” kata Andi Harun dalam sebuah rilis tertulisnya.

Lebih lanjut AH, sapaan akrabnya, pekerjaan yang berlokasi sekitar 30 meter dari philon Jembatan Mahkota Dua. Temuan sementara dari tim teknis, pelaksana atau PT. NK belum mengerjakan turap penahan.

“Bagian itu yang akan diselidiki lebih lanjut apakah termasuk sebuah kelalaian atau kesengajaan atau memang karena pertimbangan teknis (menunggu hasil penyelidikan teknis, besok). Kami telah memerintahkan menghentikan aktifitas sementara dari pekerjaan yang ada di lokasi guna menghindari hal-hal diluar dugaan,” ungkap AH.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *