Polisi Ungkap Fakta Baru Kasus Sate Beracun, Sianida di Beli Online

Posted on
Perempuan asal Majalengka NA (25) yang menjadi tersangka sate beracun
Perempuan asal Majalengka NA (25) yang menjadi tersangka sate beracun

TINTAPENA.COM, BANTUL – Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria mengungkapkan sate yang mengandung racun yang dikirim tersangka Nani Aprilliani (25) hingga mengakibatkan anak pengemudi ojek online (ojol), Naba (10) warga Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul, tewas karena mengandung Kalium Sianida.

Menurut Burkan Rudy, hasil pemeriksaan polisi, senyawa sianida tersebut dipesan tersangka NA melalui aplikasi jual beli online atau daring yang sudah cukup lama dari sebelumnya, atau beberapa bulan sebelum peristiwa pengiriman sate beracun melalui pengemudi ojek daring tersebut (Bandiman).

“Sianida ditaburkan di dalam bumbu sate tersebut, sehingga dari peristiwa ini dapat kita simpulkan bahwa ini sudah direncanakan, tidak pada saat itu, tapi dirancang beberapa hari atau minggu sebelumnya, karena pesanan KCN kira-kira tiga bulan sebelum peristiwa itu terjadi,” ungkap Kobes Pol Burkan, Senin (3/5/2021).

Oleh sebab itu, kata Burkan, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa sate beracun tersebut merupakan suatu tindakan pembunuhan berencana, yang kepada tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup, bisa dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

Dirreskrimum Polda DIY mengatakan, pengungkapan kasus sate beracun tersebut berkat kerja sama yang bagus antara polsek, Polres Bantul dan Polda DIY serta dari masyarakat dalam memberikan sebuah kesaksian, mengingat untuk mencari petunjuk pelaku dibutuhkan keterangan dari saksi satu per satu hingga penjual sate ayam tersebut.

Sebelas (11) TPS Gelar Pemungutan Ulang, Begini Penjelasan KPU Bantul “Salah satu kunci pengungkapan adalah bungkus sate tersebut, yang bisa menunjukkan di mana dia (tersangka) membeli, dari situ kita cari saksi apakah benar ada pembelian dari orang ini, akhirnya ketemu kita bisa menyimpulkan bahwa saudari NA ini pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan anak dari ojol Pak Bandiman tewas,” ungkapnya.

Kasus sate beracun ini berawal saat seorang ojol Bandiman ayah dari korban Naba Faiz sedang tengah istirahat di sebuah masjid yang ada di Jalan Gayam Yogyakarta.

Saat itu pelaku NA datang dan minta kepada Bandiman, pengemudi ojek online untuk mengantarkan paket makanan keĀ  saudara Tomi, warga Kasihan, Bantul dengan menyertakan nomor hp.

Jika ditanya oleh Tomi paket makanan ini dari Hamid yang tinggal di Pakualaman. Beralasan tidak memiliki aplikasi ojol, pelaku melakukan pemesanan secara offline dan membayar Rp30.000.

Namun sesampainya di alamat yang dituju, saudara Tomi sedang berada di luar kota. Istri Tomi kemudian menolak paket makanan tersebut karena merasa tidak kenal dengan pengirim dan menyerahkan paket itu kepada Bandiman.

Paket makanan tersebut kemudian dibawa pulang oleh Bandiman dan dimakan sebagai hidangan berbuka puasa bersama keluarganya.

Namun hanya dengan beberapa potong yang disantap, anak dan istrinya muntah-muntah hingga tidak sadarkan diri. Mereka kemudian langsung dibawa ke rumah sakit. Nahas, anak seorang ojek online tersebut meninggal dunia dalam perawatan. Sedangkan istri ojol tersebut selamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *