Polemik Larangan Mudik Tak Berlaku Untuk Santri

Posted on

Polemik Para Santri Dibolehkan Mudik Oleh Ma'ruf Amin

TINTAPENA.COM–Jakarta, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin, mengklarifikasi bahwa ia tak meminta dispensasi atau kelonggaran soal larangan mudik bagi para santri. Ma’ruf menegaskan bahwa ia hanya ingin memfasilitasi para santri untuk dapat melakukan mudik sebelum larangan berlaku.


Juru bicara wapres, Masduki Baidlowi, mengatakan bahwa beliau Ma’ruf ingin memfasilitasi aktifitas mudik ini setelah mendengar keresahan para santri yang merasa sangat khawatir tidak dapat berkumpul dengan keluarga di Hari Idulfitri nanti.

“Mendengar kekhawatiran ini, Wapres Ma’ruf mencoba untuk memberi jalan tengah yaitu dengan memberikan opsi fasilitasi kepulangan santri dari instansi yang berwenang sebelum masuk masa Larangan Mudik, bukan dispensasi pada masa Larangan Mudik yang telah ditetapkan pemerintah yaitu tanggal 6 sampai 17 Mei 2021 mendatang,” ujar Masduki dalam keterangan, hari Sabtu (24/4).

Masduki mengakui jika kebijakan pemerintah soal larangan mudik tersebut memang membuat resah para santri yang sedang menimba ilmu di pesantren.

Kekhawatiran para santri ini kata dia, muncul setelah Addendum Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 dikeluarkan baru-baru ini.

Adendum itu berisi soal aturan Pengetatan Mudik yang akan berlaku mulai H-14 Larangan Mudik (periode 22 April-5 Mei 2021) dan H+7 Larangan Mudik (18-24 Mei 2021).

“Para santri bertanya soal kepulangan usai ngaji pasanan (pengajian Ramadan). Mereka merasa khawatir tidak bisa pulang setelah masa pengajian usai karena umumnya pengajian Ramadan baru berakhir setelah hari ke-21 Ramadan atau sekitar tanggal 3 Mei 2021,” kata dia.

Menurut dia, para santri yang akan pulang dari pesantren diperkirakan sebelum tanggal 6 Mei 2021, mengingat pengajian Ramadan seharusnya sudah selesai pada tanggal 3 Mei 2021.

“Jadi sekali lagi ditegaskan bahwa kepulangan para santri dari pesantren bukan di kurun waktu Larangan Mudik sudah berlaku yaitu tanggal 6-17 Mei 2021. Namun, dalam rentang waktu Pengetatan Mudik yaitu sekitar tanggal 4-5 Mei 2021,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu juga, Masduki menegaskan bahwa dilingkungan pesantren merupakan lingkungan dari komunitas yang tertutup, di mana aktifitas lalu lintas keluar masuk orang dari dan ke fasilitas itu sangat terbatas dan terawasi dengan baik.

Meski begitu, para santri tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan penyebaran Covid-19 saat ini, termasuk melakukan swab tes PCR, Antigen, atau GeNose saat kepulangan dan kedatangan kembali di pesantren nantinya.

Masduki memberikan klarifikasi ini setelah mendengar Ma’ruf disebut meminta ke pemerintah daerah untuk tidak menerapkan larangan mudik Idulfitri bagi para santri. Dia ingin para santri tersebut bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga tercinta di rumah masing-masing.

“Wakil Presiden minta agar ada dispensasi untuk para santri agar bisa pulang ke rumah masing-masing, tidak dikenakan aturan-aturan ketat terkait larangan mudik yang berhubungan dengan konteks pandemi saat ini,” kata Masduki kepada wartawan, pada Jumat (23/4).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *