Penjelasan Ketua Adat Soal Perkampungan Baduy Yang Kini Ditutup

Posted on
Penjelasan Ketua Adat Soal Perkampungan Baduy Yang Kini Ditutup
Penjelasan Ketua Adat Soal Perkampungan Baduy Yang Kini Ditutup

TINTAPENA.COM–Desa wisata yang berada di Baduy kabarnya ditutup selama tiga bulan. Mereka disebut sebut akan mengadakan berbagai macam ritual.

Tempat wisata pada perkampungan Suku Baduy di Lebak ini pun harus ditutup sementara selama tiga bulan. Pasalnya, warga suku Baduy kini tengah melaksanakan ritual Kawalu yang dimulai pada tanggal 5 Februari hingga 5 Mei 2022 mendatang.

Perkampungan yang akan ditutup diantaranya adalah Kampung Cibeo, Cikeusik, dan Cikawartana. Kabar penutupan kawasan Baduy telah tertuang dalam Surat Edaran Nomor 430/01/Pem-Des/2001/02/2022.

“Berdasarkan keputusan dari Lembaga Adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh, didapatkan hasil bahwa akan menutup kawasan Baduy agar tidak ada pengunjung selama ritual Kawalu berlangsung,” Jelas Jaro Saija, salah seorang perangkat adat pada Suku Baduy kepada detikcom melalui sambungan telepon, Pada Sabtu (5/1/2022).

Ritual Kawalu ini pun rutin selalu dilakukan selama satu tahun sekali pada periode 1 kalawu tembey sampai dengan 1 Safar. Ritual ini akan dijalankan sebelum upacara Seba Baduy.

“Iya kita seperti menjalankan ibadah puasa, untuk berdoa. Jadi tidak diperbolehkan untuk pengunjung masuk ke kawasan Baduy dalam selama ritual berlangsung,” sambungnya.

Sementara untuk perkampungan Baduy dibagian Luar masih bisa dikunjungi. Perkampungan yang dibolehkan adalah dari Ciboleger sampai ke perkampungan Gajeboh. Namun, hal ini pun harus mendapat izin dari pemerintah adat setempat.

“Yang ditutup sementara itu Baduy bagian Dalam, namun kalau akan berkunjung ke Baduy Luar masih tetap dibolehkan. Hanya para tamu dari instansi pemerintah saja, atau tamu yang ingin melakukan penelitian dan itupun harus dibatasi sekitarsatu atau dua orang saja,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *