Pengakuan Risma Ingin Kelokasi Konflik Papua, Jokowi Melarang!

Posted on
Pengakuan Risma Ingin Kelokasi Konflik Papua, Jokowi Melarang!
Menteri Sosial Tri Rismaharini ingin kelokasi konflik papua. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

TINTAPENA.COM–Jakarta, Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tidak mendapatkan Restu dari Presiden RI Joko Widodo untuk terbang menuju lokasi konflik Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), khususnya di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak Papua yang saat ini sedang memanas.

Hal tersebut diungkapkan Risma saat memberikan santunan kepada keluarga Bharatu (Anumerta) I Komang Wira Natha di Palembang, Sumatera Selatan, hari Selasa (11/5). I Komang merupakan putra daerah asal Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang telah bergabung di kesatuan Brimob Polda Sumsel dan mendapatkan penugasan di Papua. I Komang gugur ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada tanggal 27 April lalu.

“Saya tidak mendapatkan izin untuk menuju lokasi karena situasi konflik. Padahal saya sangat ingin berkunjung ke sana, melihat masyarakat yang terdampak di sana. Situasi di sana sangat berat. Sekolah terbakar, beberapa fasilitas pemerintah dibakar dan juga ikut dirusak. Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal mereka,” ungkap Risma.

Meskipun Risma tidak bisa mengunjungi secara langsung ke lokasi konflik, Kementerian Sosial telah mengirimkan sejumlah bantuan untuk disalurkan kepada warga yang terdampak oleh aktivitas KKB di Papua. Dirinya mewakili Presiden Jokowi pun ikut menyampaikan bela sungkawa kepada para prajurit yang telah berjuang dan gugur saat sedang bertugas di sana.

“Presiden ikut menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap seluruh keluarga Bharatu I Komang. Ibu sekali lagi kami minta ibu tidak menyerah, karena putra ibu telah menjadi kusuma bangsa yang sudah membantu negara kita,” kata Risma kepada ibu I Komang, Wira Natha.

Mensos memberikan sejumlah santuan kepada keluarga Bharatu (Anumerta) I Komang berupa uang tunai sebanyak Rp15 juta serta bantuan pendidikan yang diterima langsung oleh Wira Natha, ibunda I Komang. Wira Natha mengungkapkan dirinya bangga kepada seluruh teman anaknya yang saat ini masih berjuang di Papua untuk melawan KKB.

“Terima kasih kepada pemerintah RI yang sudah mengevakuasi jenazah anak saya dan bisa dimakamkan dekat dengan keluarga. Sebagai seorang ibu saya sangat bangga kepada teman-teman anak saya yang masih berjuang di sana. Saya doakan agar mereka bisa bertugas dengan baik dan selamat pulang kerumah, menang melawan KKB,” ujarnya.

I Komang Wira Natha merupakan warga Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan. Selain I Komang, ada dua anggota lainnya yakni Inspektur Satu Anton Tonapa dan Brigadir Kepala Syaifudin yang juga dilaporkan terkena tembakan dari peristiwa tersebut.

Anton dilaporkan tertembak pada bagian punggung sedangkan Syaifudin tertembak pada bagian perut pada saat melakukan kontak senjata, hari Selasa 27 April pukul 08.00 WIT di sekitar Markas Lumawi, Kampung Makki, distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *