Peneliti Cov-19 Dilecehkan Sejak Awal Pandemi, Seperti Apa?

Posted on
Peneliti Cov-19 Dilecehkan Sejak Awal Pandemi, Seperti Apa?
Peneliti Cov-19 Dilecehkan Sejak Awal Pandemi, Seperti Apa?

TINTAPENA.COM–Jakarta, Berdasarkan sebuah survei terbaru yang diterbitkan publikasi ilmiah Science, hari Kamis (24/3), sebanyak 2 dari 5 orang peneliti COVID-19 yang melaporkan bahwa mereka dilecehkan sejak pandemi dimulai.

Survei tersebut mencakup tentang tanggapan dari 510 peneliti yang telah mempublikasikan tentang COVID-19 dan dilakukan oleh tim berita jurnal Science.

Survei yang tersebar tidak melalui proses peer review ini menemukan bahwa ada sebanyak 38% dari para peneliti tersebut pernah mendapatkan pelecehan. Sebelum pandemi terjadi, sebanyak 71% responden mengatakan mereka menerima lebih sedikit pelecehan bahkan tidak ada pelecehan sama sekali.

Para peneliti ini melaporkan, serangan terhadap pribadi dan kemampuan profesional adalah jenis dari pelecehan yang paling umum yang mereka terima. Jenis pelecehan lainnya juga seperti ancaman bahaya, intimidasi fisik, dan doxxing, namun lebih jarang terjadi.

Yang lebih parahnya. Seperti dikutip dari NBC News, ada sebanyak 18 ilmuwan atau sebanyak 3,5% dari mereka yang telah disurvei, mengatakan mereka menerima teror pembunuhan.

Analisis Science memperkirakan, ilmuwan dengan sikap publik yang berkaitan dengan tentang topik yang dipolitisasi, termasuk yang menentang penggunaan obat Ivermectin, lebih banyak mengalami pelecehan tersebut.

Pelecehan yang terjadi kepada peneliti dan pejabat kesehatan masyarakat selama pandemi telah menjadi pusat perhatian dan fokus yang makin berkembang bagi organisasi diprofesi ini.

Survei yang dilakukan oleh Nature, yang mencakup banyaknya tanggapan dari 321 orang peneliti yang membahas COVID-19 di media, menemukan sebanyak 81% yang melaporkan menerima serangan pribadi, 22% lainnya menerima ancaman kekerasan fisik atau seksual, dan ada sebanyak 15% menerima ancaman pembunuhan.

Sebuah studi Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health yang diterbitkan pada minggu lalu, menemukan sebuah fakta yang terjadi yaitu adanya laporan pelecehan yang meluas di antara departemen kesehatan masyarakat setempat.

Dalam sebuah data survei yang dikumpulkan oleh National Association of County and City Health Officials, peneliti menemukan 57% departemen kesehatan yang melaporkan pelecehan selama 11 bulan pertama pandemi, dan ada 1.499 kasus yang telah dilaporkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *