Pendiri Sunda Empire Dibebaskan, Ini Alasannya..

Posted on
Para pendiri Sunda Empire saat di Lapas
Para pendiri Sunda Empire saat di Lapas

TINTAPENA.COM–Kelompok Sunda Empire kembali menjadi sorotan usai para pendirinya dibebaskan dari sel tahanan. Sebelumnya mereka diketahui mendekam di balik jeruji besi sejak divonis pada Oktober 2020 tahun lalu setelah terbukti bersalah menyebarkan berita hoax atau bohong dan membuat keonaran di wilayang Jawa Barat.

Lantas, apa saja fakta-fakta baru mengenai dibebaskannya para pendiri Sunda Empire tersebut?

Berkelakuan Baik Selama Dalam Tahanan
Tri Saptono menyebut Raden Rangga selaku pendiri Sunda Empire berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan.

“Ya lancar, semua kegiatan keagamaan, kegiatan pembinaan, jalan semua,” ungkap Tri.

Dengan dibebaskannya para pendiri Sunda Empire tersebut, total masa tahanan Rangga dan Nasri mendekam di lapas selama enam bulan.

Bebas dengan Program Asimilasi
Para pendiri kelompok Sunda Empire, yakni Raden Rangga Sasana dan Nasri Banks, resmi dibebaskan dari bui lapas Banceuy, Bandung. Mereka dibebaskan setelah mendapatkan program asimilasi berkaitan dengan pandemi COVID-19, sesuai aturan Kementerian Hukum dan HAM.

“Iya. Mereka mendapat asimilasi rumah sesuai dengan surat edaran,” ungkap Kepala Lapas Banceuy Tri Saptono kepada detikcom, Senin 26 April kemarin.

Meski sudah bebas, para pendiri Sunda Empire tidak boleh ke luar kota karena berada dalam program asimilasi rumah.

“Sudah disampaikan, pokoknya ini merupakan asimilasi rumah, tidak boleh ke luar kota, tidak boleh melakukan hal-hal seperti ini, saya bilang nyawanya pak Rangga itu ada dua, nyawanya LP dan nyawanya Pak Rangga sendiri,” ungkapnya.

Disebutkan bahwa Raden Rangga dan Nasri Banks sudah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Banceuy sejak beberapa hari yang lalu.

“Sudah tiga atau empat hari yang lalu,” kata Tri Saptono.

Nasib Sunda Empire
Setelah Rangga dan rekannya dibebaskan, pertanyaan baru muncul apakah mereka akan kembali mengatur tatanan dunia seperti klaimnya selama ini? Kuasa hukum Rangga, Erwin Syahduddi mengatakan akan menyerahkan semua itu kepada kliennya.

“Sejauh ini sih belum, cuma kalau memang saya pas sering komunikasi dengan Saudara Rangga, kan beliau penganut thoriqoh ya, jadi olah batin klien saya sudah kuat. Jadi apa yang diucapkan itu merupakan suatu doa, dan doanya orang ahli ibadah itu dapat dikabulkan. Jadi kalau klien saya punya semangat niat baik untuk memulihkan kondisi sekarang ini menjadi normal ya bisa aja ya. Kan semua itu di luar kuasa kita itu,” ujar Erwin kepada detikcom, Senin (26/4/2021).

Belum diketahui pasti apakah Rangga dan rekannya akan kembali menggerakkan Sunda Empire atau tidak.

“Ya sebenarnya walaupun status Sunda Empire sudah bubar ya, walaupun eksistensi perkumpulan tersebut hak suatu warga negara untuk berkumpul, Nah jadi untuk sementara masalah Sunda Empire-nya masih cooling down dulu, karena kita nggak tahu kan, karena kepala Sunda Empire yang ada di Bandung tuh, Nasri dan Ratna,” ungkap Erwin.

Tetap Wajib Lapor
Meski sudah dibebaskan dari masa tahanannya, petinggi Sunda Empire itu masih berstatus napi (narapidana).

“Iya kan kalau asimilasi harus ada wajib lapor ya, dan memang masih ada proses integrasilah untuk bisa berbaur dengan masyarakat, jadi untuk aktivitasnya juga sangat dibatasi. Jangan sampai menimbulkan suatu kegaduhan atau melakukan hal-hal yang sebelumnya terjadi,” ucap Erwin.

Sebelumnya, para pendiri Sunda Empire dinyatakan bersalah atas kasus penyebaran berita hoax atau bohong hingga menimbulkan suatu keonaran dan divonis 2 tahun penjara.

Ketiga terdakwa tersebut, Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, serta Raden Rangga Sasana, mendengarkan langsung putusan majelis hakim yang diketuai oleh T Benny Eko Supriyadi di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (27/10/2020).

“Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap ketiga terdakwa pidana, Nasri Banks, Raden Ratna Ningrum, serta Raden Rangga Sasana masing-masing dua tahun,” ucap hakim saat membacakan putusan terdakwa sesuai dengan dakwaan jaksa penuntut umum yang sesuai Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *