Pamer Harta Disosmed, Sri Mulyani “Makanan Empuk”

Posted on
Banyak Yang Pamer Harta Disosmed, Sri Mulyani "Makanan Empuk"
Banyak Yang Pamer Harta Disosmed, Sri Mulyani “Makanan Empuk”

TINTAPENA.COM–Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan membidik dan mengejar penarikan pajak dari para kalangan super tajir atau kalangan ‘crazy rich’. Mereka yang diketahui sering pamer harta kekayaan di sosial media siap-siap akan didatangi petugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

“Kita senang kalau di medsos ada yang umuk-umuk, pamer mengenai account number, ‘account saya yang paling gede’ gitu. Begitu ada yang pamer ‘saya punya berapa miliar’ ya langsung salah satu petugas pajak kita bilang ya kita nanti datangilah,” ujar Sri Mulyani dalam sosialisasi UU HPP di Jawa Tengah yang disiarkan dikanal YouTube Direktorat Jenderal Pajak, hari Kamis (10/3/2022).

Tak jarang akun resmi DJP secara terang-terangan mengingatkan agar bayar pajak ke orang yang suka pamer harta di akun sosial media. Hal itu, ungkap Sri Mulyani, untuk menjaga kepercayaan masyarakat bahwa negara sudah menjalankan aspek perpajakan yang adil.

“Masyarakat kita akan percaya kepada pemerintah kalau dia tahu diperlakukan adil dan uang pajaknya kembali lagi bukannya dikantongi, ditaruh di belakang kantor saya, enggak juga, (tapi uang pajak) dibangun sekolah, dibangun jalan raya, dibangun irigasi,” ujar Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengamati banyak masyarakat Indonesia yang suka pamer di media sosial. Itu lah yang sudah pasti akan dikejar oleh petugas pajak untuk membayar kewajibannya tersebut.

“Sekarang ini ada juga kan di media sosial anak-anak yang baru umur 2 tahun sudah dikasih hadiah pesawat, bukan pesawat-pesawatan ya, pesawat beneran sama orang tuanya,” ujarnya.

“Jadi memang di Indonesia kan ada yang crazy rich, ada yang memang dia mendapatkan fasilitas dari perusahaannya itu memang luar biasa besar. Itu lah yang sekarang dimasukkan dalam perhitungan perpajakan, itu yang disebut aspek keadilan,” sambungnya.

Soal pajak atas Natura atau fasilitas yang diterima pekerja di kantor, Sri Mulyani menjelaskan bahwa yang bernominal tak seberapa tak bakal dikenakan pajak. Seperti laptop dan ponsel, itu tak akan dikenakan karena bukan sebagai objek pajaknya.

“Entah itu perjalanan naik jet pribadi, kemudian berbagai macam kredit card yang tidak terbatas itu semua bisa dikuantifisir,” ujar Sri Mulyani menjabarkan contoh objek pajak Natura.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *