Palembang: Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam

Posted on
Penganiayaan perawat rs Siloam
Penganiayaan perawat rs Siloam

TINTAPENA.COM – Satuan Polisi  Polrestabes menangkap seorang pria berinisial JS yang menganiaya perawat Rumah Sakit Siloam Palembang. Pelaku JS ditangkap di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Jumat kemarin.
“JS tersangka penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya sudah kami tangkap di kawasan Ogan Komering Ilir (OKI),” kata Ps Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi kepada detikcom, Jumat 16 April kemarin.

Kompol Tri Wahyudi turun langsung ke lapangan untuk menangkap pelaku JS. Namun belum dijelaskan detail mengenai kronologi penangkapan terhadap pelaku penganiayaan tersebut.

“Ya ini kita masih di jalan, penangkapannya bareng sama Kasat Reskrim Polrestabes Palembang. Dia yang mimpin penangkapan terhadap pelaku penganiayaan. Sama Kasat  Reskrim saja,” ujar Kanit Pidum dan Tekab Polrestabes Palembang AKP Robert P Sihombing terpisah.

Dalam video penangkapan yang berdurasi singkat yang diterima detikcom, terlihat pelaku pasrah dan tidak melawan saat hendak di tangkap. Pelaku tak berkutik ketika melihat polisi sudah mengepung rumah kediamannya.

“Barengan saja,” kata pelaku JS setelah diamankan dan akan dibawa polisi ke Polrestabes Palembang.

Tak hanya itu, pelaku JS juga sempat minta izin untuk mengganti pakaian yang ia kenakan. Robert pun memberi izin JS.

“Mengganti pakaian ya, Ok gak papa ya,” kata Robert P Sihombin yang pernah menjabat Kapolsek Kemuning Palembang.

Pelaku kemudian terlihat meninggalkan polisi yang berjaga di depan rumah untuk melakukan penggantian pakaian. Pelaku masuk ke rumah dan minta izin kepada Robert untuk menutup pintu.

Tak lama setelah mengganti pakaiannya, pelaku JS keluar dan langsung diamankan. Pelaku kini telah dalam perjalanan menuju Polrestabes Palembang.

Sebelumnya, Direktur Utama RS Siloam Sriwijaya Bona Fernando meminta pelaku penganiaya perawatnya diusut dan ditindak tegas oleh polisi. Dia menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap pelaku penganiayaan kepada polisi.

“Siloam Hospitals telah menyerahkan kasus penganiayaan ini kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian kekerasan yang menimpa terhadap perawat kami, serta menindak pelaku kekerasan kepada seorang perawat kami dengan tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Bona  Fernando dalam konferensi pers pada Jumat 16 April kemarin.

Bona Fernando menyesalkan perbuatan ayah dari pasien yang secara arogan menganiaya seorang perawat RS Siloam. Bona juga mengatakan tindakan keluarga pasien atas penganiayaan perawat kami tak dapat ditolerir.

“Siloam Hospitals menyesali tindakan kekerasan yang ditujukan kepada perawat kami di Siloam Sriwijaya kemarin. Kekerasan yang terjadi terhadap tenaga kesehatan adalah tindakan yang tidak dapat ditolerir,” ungkap Bona.

Ditemui usai konferensi pers, Bona Fernando menuturkan kondisi perawatnya terhadap korban penganiayaan berangsur pulih baik secara fisik ataupun trauma psikis.

“Akibat kejadian penganiayaan itu Christina seorang perawat RS Siloam mengalami memar pada wajah dan juga sakit pada bagian perut bawahnynya. Kondisinya sekarang sudah membaik. Secara fisik memang terdapat luka pada tubuh korban, tapi secara trauma, psikis, berangsur-angsur membaik. Doakan saja perawat kami lebih cepat pemulihannya,” ungkap Bona Fernando.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *