Paksa Mudik, Polisi Terpaksa Sita Travel

Posted on
Paksa Mudik, Polisi Terpaksa Sita Travel
Kepolisian Metro Bekasi sita mobil travel yang tertangkap basah mengangkut pemudik keluar Jabodetabek.(ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah).

TINTAPENA.COM–Jakarta, Kepolisian Metro Bekasi telah berhasil menyita total dari 25 mobil travel yang tertangkap basah mengangkut pemudik tujuan keluar Jabodetabek. Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama tiga hari saat operasi penyekatan mudik di Kabupaten Bekasi sejak hari Kamis (6/5) Mei lalu mulai berlangsung.

“Jadi ada total 23 [mobil] travel. Sekarang Ini ada 2 mobil travel, berarti 23 mobil ditambah 2 lagi, jadi total ada sebanyak 25 mobil mulai dari tanggal 6,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol. Hendra Gunawan kepada CNNIndonesia.com di posko penyekatan mudik Kedungwaringin, hari Sabtu (8/6).

Kepada 26 travel tersebut, Hendra mengatakan jika pihaknya akan melakukan penyitaan kendaraan hingga larangan mudik Lebaran yang berakhir pada tanggal 17 Mei mendatang.

Selain travel, Hendra menyebut pihaknya juga turut menyita sejumlah jenis kendaraan lain, seperti bajaj, bus, ambulance, dan juga truk.

Kabupaten Bekasi memang menjadi wilayah langganan yang mungkin dilewati pemudik jalur darat dari arah Jabodetabek menuju sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Hingga hari ketiga larangan mudik berlaku, kata Hendra, pihaknya telah memutarbalikkan kendaraan sekitar tujuh ribu yang terindikasi mudik.

“Sampe saat ini kurang lebih ada sebanyak enam ribu mendekati tujuh ribu kendaraan yang diputar balik selama tiga hari sampe Sabtu hari ini,” ungkapnya.

Dari jumlah angka tersebut, lanjutnya, sekitar lebih dari setengahnya atau sekitar empat ribu kendaraan yang diputar balik di posko penyekatan Kedungwaringin yang berbatasan dengan Kabupaten Karawang.

Menurut Hendra juga, kendaraan-kendaraan tersebut umumnya paling banyak melewati Bekasi di jam-jam tertentu saja antara pukul 21.00 sampai dengan pukul 24.00 WIB, dan pukul 24.00 sampai pukul 06.00 WIB.

Pihaknya total membuka enam posko penyekatan untuk mencegat warga yang hendak mudik melewati jalur Bekasi. Sejumlah posko itu umumnya berbatasan dengan Kabupaten Karawang, dan sisanya berbatasan dengan Kabupaten Bogor.

Di posko-posko itu, ada total 718 personel yang sudah diturunkan, dibantu dengan TNI, Dinas Perhubungan, hingga ormas.

“Kita kasih pemberitahuan selama operasi ketupat ini, mohon maaf tidak bisa digunakan, karena seringkali dijadikan sebagai jalur tikus,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *