Nasib Sopir Pemicu Kecelakaan Maut Balikpapan Kini

Posted on
Nasib Sopir pemicu kecelakaan maut Simpang Rapak Balikpapan Kini
Nasib Sopir pemicu kecelakaan maut Simpang Rapak Balikpapan Kini

TINTAPENA.COM–Balikpapan, Seorang sopir yang menjadi pemicu kecelakaan maut Simpang Rapak, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), M Ali (47th), kini resmi ditetapkan sebagai tersangka. Foto tersangka juga beredar saat diamankan petugas kepolisian.

Dalam foto yang beredar, tersangka tengah mengenakan baju merah lis hitam yang dikenakan secara terbalik. Tersangka juga mengenakan celana jeans biru pada saat diamankan ke Polresta Balikpapan.

Masih dalam sebuah foto yang beredar, terlihat tersangka berdiri di samping salah seorang polisi dalam keadaan normal. Tidak ada tanda-tanda tubuh sopir pemicu kecelakaan maut itu terluka.

Sebelumnya diberitakan, tersangka pada saat kejadian mengemudikan truk tronton yang membawa kontainer seberat 20 ton. Kontainer itu diketahui berisi kapur pembersih air.

Keterangannya kepada polisi, tersangka mengaku jika dirinya akan melakukan perjalanan membawa kapur pembersih air tersebut ke Balikpapan Barat. Tapi tak disangka saat berada di turunan Simpang Rapak Kota Balikpapan, Kaltim, rem truk tersangka itu blong hingga mengalami hilang kendali dan akhirnya menyeruduk sejumlah pengendara.

Kini, M Ali sudah resmi menjadi tersangka kasus kecelakaan maut. “Sudah (Tersangka), saat ini kita amankan dan diperiksa di Polresta Balikpapan,” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, hari Jumat (21/1/2022).

Tersangka diketahui kini dijerat Pasal 310 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalau lintas angkutan jalan raya dengan ancaman 6 tahun dan di-juncto-kan dengan Pasal 359 KUHP.

“Ancamannya 6 tahun penjara,” tutur Yusuf.

M Ali dinilai telah melanggar sebanyak 2 aturan. Aturan pertama, Peraturan Wali Kota (Perwali) Balikpapan yang sudah melarang truk melintas di lokasi kejadian atau di Simpang Rapak pada jam kerja atau jam sibuk.

“Ini dasarnya sopirnya aja yang bandel, yang melanggar (aturan),” ungkap Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo ketika dimintai konfirmasi oleh tim redaksi detikcom, hari Jumat (21/1).

“Sudah ada Peraturan Wali Kota, dasar (aturannya) truk angkutan besar itu hanya hanya diizinkan malam hari. Jadi pukul 06.00 Wita hingga 00.00 Wita itu tidak boleh melintas di situ,” ungkap Yusuf.

Pelanggaran yang kedua yang ditemukan adalah M Ali tidak mengecek terlebih dahulu kelayakan kendaraan yang dipakainya sebelum melakukan perjalanan.

“(Pelanggarannya) dia nggak boleh lewat yang pertama, yang kedua teknis layak jalan (truk) dia belum cek betul apakah rem kendaraannya blong apa tidak,” tegas Yusuf.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *