Merasa Paling Pantas, Kubu Moeldoko Panas Di Meja Hijau

Posted on

Merasa Paling Pantas, Kubu Moeldoko Panas Di Meja Hijau

TINTAPENA.COM, Jakarta – Perseteruan dari kubu Partai Demokrat (PD) dengan kubu Moeldoko masih terus berlanjut di meja hijau. kabar Terbaru, Ketua Umum (Ketum) dari Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggugat Marzuki Alie dkk agar tidak menggunakan atribut PD.
Sebagaimana dilansir Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari Rabu (14/4/202), gugatan itu langsung didaftarkan ke PN Jakpus dan mengantongi nomor 236/Pdt.G/2021/PN Jkt.Pst. Duduk sebagai penggugat AHY dan Sekjen PD Teuku Riefky Harsya.

Pihak yang digugat yaitu:

  1. M Rahmad
  2. Yus Sudarso
  3. Syofwatillah Mohzaib
  4. Max Sopacua
  5. Achmad Yahya
  6. Damizal
  7. Marzuki Alie
  8. Tri Julianto
  9. Supandi Sugondo
  10. Boyke Novrizan
  11. Jhoni Allen Marbun
  12. Aswin Ali Nasution

Gugatan itu dilayangkan pada hari Selasa (13/4) kemarin. Sidang perdana rencananya akan digelar tanggal 4 bulan Mei tahun 2021 nanti.

Gugatan yang disampaikan yaitu:

  1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya.
  2. Menyatakan dan menetapkan Para Tergugat tidak memiliki dasar hukum (legal standing)untuk melaksanakan aktifitas apapun dengan mengatasnamakan Partai Demokrat dan Tindakan dimaksud dikualifikasi sebagai perbuatan melawan hukum, termasuk dan tidak terbatas hanya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, penggunaan segala atribut dan melakukan Tindakan lainnya yang seolah-olah mencitrakan Partai Demokrat yang sah.

Kubu dari Moeldoko, sebagai tempat bernaungnya Marzuki saat ini, merasa heran dengan gugatan AHY tersebut. Kubu Moeldoko menyebut kalau AHY adalah Ketum PD jadi-jadian.

“Siapa dia? SBY saja tidak bisa melarang. Apalagi AHY yang cuma ketum jadi-jadian,” kata Hencky Luntungan kepada wartawan, hari Rabu (14/4/2021).

Hencky merupakan salah satu dari pendiri Partai Demokrat sekaligus sebagai penggagas kongres luar biasa di Deli Serdang yang mengangkat Moeldoko sebagai ketua umum. Hasil KLB PD sendiri telah ditolak pemerintah.

Hencky mengaku kalau dialah yang membuat lambang Partai Demokrat. Hencky juga mengatakan membuat lambang PD bersama Irfan Pioh, yang juga tercatat sebagai pendiri PD.

“Lambang Partai Demokrat itu saya dan Ifan Pioh (pendiri nomor 30) yang buat di Graha Pratama lantai 11 Jakarta Selatan (kantor almarhum Ventje Rumangkang). Awalnya, almarhum Ventje meminta Steven Rumangkang (pendiri nomor 99) membuat lambang Partai Demokrat. Tapi sudah 1 minggu Steven tidak membuat lambang tersebut. Pada suatu sore, almarhum Ventje perintahkan saya dan Ifan Pioh membuat lambang Partai Demokrat,” kata Hencky.

Hencky mengatakan dia bersama Ifan Pioh yang membuat logo. Dari model bentuk hingga warna lambangnya.

“Di ruang kerja Ifan Pioh lah kami mulai menggambar lambang bintang Mercy tersebut. Ifan gambar lambang bintang Mercy, saya tentukan warnanya. Saat menentukan warna lambang Demokrat, saya sempat berdebat kecil dengan Ifan. Itu warna biru kurang terang. Tapi Ifan bilang, karena ini di komputer nanti kalau di-print warnanya jadi hijau kata Ifan meyakinkan saya. Setelah jadi lambang tersebut kami serahkan ke almarhum Ventje Rumangkang dan beliau langsung memuji karya dari saya dan Ifan,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *