Langkah Pembatasan Untuk Menekan Penyebaran Covid Menelan Tumbal

Posted on
Langkah Pembatasan Untuk Menekan penyebaran Covid Menelan Tumbal
Langkah Pembatasan Untuk Menekan penyebaran Covid Menelan Tumbal

TINTAPENA.COM–Saat ini pemerintah diminta untuk mewaspadai adanya dampak ekonomi yang diakibatkan karena perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang merupakan upaya untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Ekonom Universitas Brawijaya Malang, Nugroho Suryo Bintoro mengatakan bahwa salah satu dari dampak keseriusan perpanjangan PPKM tersebut antara lain adalah adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), khususnya dari pelaku usaha kecil.

“Sudah mulai terlihat, beberapa pengusaha kecil sudah melakukan PHK. Pada awal PPKM memang belum, tetapi memasuki masa pertengahan, sudah terlihat, mereka melakukan rasionalisasi,” kata Nugroho kepada Antara di Jakarta, hari Selasa (10/8).

Nugroho menjelaskan, keputusan para pengusaha kecil untuk melakukan rasionalisasi atau PHK para karyawannya, disebabkan para pengusaha kecil tersebut sudah tidak lagi mampu bertahan dan bersaing akibat adanya langkah-langkah pembatasan untuk menekan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, saat ini pendapatan yang diterima oleh para pengusaha kecil tersebut merosot drastis selama masa PPKM. Dengan pendapatan yang mengalami penurunan inilah, risiko usaha juga menjadi semakin besar, sehingga memilih untuk melakukan rasionalisasi atau PHK.

“Untuk mengurangi risiko, mereka melakukan rasionalisasi terhadap pegawai. Salah satunya, adalah pengurangan jumlah pegawai, tidak lagi dirumahkan,” Ujarnya.

Dia menambahkan, jika potensi PHK tersebut terus terjadi, maka akan menyebabkan jumlah pengangguran mengalami peningkatan. Jika jumlah pengangguran jadi meningkat, maka juga ada risiko meningkatnya angka kriminalitas. “Yang harus diwaspadai adalah tingkat kriminalitas yang bertambah. Karena, sekarang tidak lagi berbicara faktor kesehatan, tapi faktor ekonomi,” tambahnya.

Sektor Pangan

Menurut Nugroho, dampak penerapan PPKM terhadap sektor ekonomi dinilai cukup besar akibat sejumlah pembatasan yang diterapkan oleh pemerintah. Dia mengharapkan agar beberapa sektor pangan, bisa diberikan kelonggaran untuk beroperasi.

Dia menjelaskan, gerai makanan siap saji, agar bisa diberikan jam operasional lebih panjang. Dengan jam operasional yang lebih panjang, maka bisa dimanfaatkan oleh sektor jasa layanan antar seperti ojek online untuk tetap juga beroperasi lebih panjang.

“Tujuannya kita menyelamatkan sektor tenaga kerja. Tapi ini yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, bagaimana sektor kritikal pangan yang bisa 24 jam ini, bisa tetap jalan, namun tidak muncul konflik sosial,” katanya.

Pemerintah kembali memutuskan untuk memperpanjang penerapan PPKM Jawa-Bali hingga tanggal 16 Agustus 2021. Alasan perpanjangan PPKM tersebut, dikarenakan pada masa perpanjangan sebelumnya yakni mulai tanggal 2 hingga 9 Agustus, menunjukkan hasil yang cukup baik untuk menekan Covid-19.

Pemerintah juga telah berupaya untuk mulai melakukan sejumlah penyesuaian pada penerapan PPKM kali ini. Pusat perbelanjaan di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 25 persen pengunjung yang sudah divaksinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *