Kisah Haru Tukang Parkir Dipolres Menebus Mimpi Jadi Polisi

Posted on
Kisah Haru Tukang Parkir Dipolres Menebus Mimpi Jadi Polisi
Kisah Haru Tukang Parkir Dipolres Menebus Mimpi Jadi Polisi

TINTAPENA.COM–Siapa duga latar belakang seseorang tak melulu akan menjamin masa depan. Keluarga, ekonomi, dan pendidikan tak selalu bisa menentukan. Kegigihan serta tekad kuat adalah kuncinya.

Siapa sangka, seorang mantan tukang parkir dan tukang las sukses mengubah kariernya menjadi seorang polisi? Wahyu Setiaji membuktikan kegigihannya dan mampu menebus impiannya, menjadi seorang polisi.

Saat mengetahui buah hatinya berhasil, orangtuanya pun nyaris pingsan. Seperti apa kisahnya? Berikut informasi selengkapnya.

Tukang Parkir jadi Polisi

Melalui sebuah akun Instagram @divisihumaspolri, Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) berbagi cerita haru dan unik mengenai sosok Wahyu Setiaji. Sebelum berhasil menjadi seorang polisi, Wahyu mengaku jika dirinya pernah menjadi tukang parkir di depan Polresta Mataram.

“Sebelum kamu jadi polisi, apa profesinya?” tanya atasan.

“Siap, menjadi tukang parkir di depan Polresta Mataram,” jawabnya.

Sempat Jadi Tukang Las

Tak hanya berprofesi menjadi tukang parkir, segala macam pekerjaan pun sempat dilakoni Wahyu demi dapat sesuap nasi. Ia bahkan pernah menjadi tukang las sebelum akhirnya menjadi tukang parkir.

“Sebelum menjadi tukang parkir?” tanya atasan.

“Menjadi tukang las,” ungkapnya.

Latihan Mandiri dan Gigih

Tak pernah menyangka, bekerja menjadi tukang parkir di depan Polresta Mataram justru dapat mengubah hidupnya. Saat wahyu melihat papan informasi mengenai seleksi menjadi polisi pada baliho dan spanduk milik Polres Lombok Timur, muncul sebuah tekad kuat Wahyu untuk coba mendaftar.

Sejak saat itu, ia berkomitmen untuk berlatih fisik dan akademik secara mandiri. Berbagai bahan belajar di internet pun disikatnya habis.

“Saya melatih diri sendiri. Pada saat tes jasmani, saya lari sendiri, saat tes akademik saya belajar melalui internet dan bertanya sama kakak, teman, dan orang-orang terdekat,” jelasnya.

Orangtua Hampir Pingsan

Perjuangan dan kegigihan Wahyu tak jadi sia-sia. Wahyu berhasil lolos seleksi menjadi polisi. Mengetahui hal ini, ayahnya yang saat ini berprofesi sebagai tukang ojek dan ibu sebagai penjual nasi pun justru merasa terkaget-kaget hingga hampir jatuh pingsan.

“Perasaan orangtua saya sangat terharu, sedih, dan hampir pingsan saking senangnya,” ujarnya.

Ucapan terima kasih mengalir dari mulut Wahyu bagi perjuangan ayah dan ibu tercintanya selama ini. Semua pengorbanan kedua orangtua Wahyu seolah-olah terbayarkan dengan usaha dirinya yang kini berubah menjadi sosok pelindung masyarakat.

“Terima kasih pak, telah mendidik saya sampai sebesar ini dan mengajarkan kepada saya semua norma-norma hingga saat ini. Untuk ibu, saya sangat bersyukur dan berterima kasih karena telah melahirkan dan mendidik saya menjadi pribadi yang dapat membanggakan semua orang dan melindungi masyarakat Indonesia,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *