Karena Hal Ini Jokowi Dinobatkan Sebagai Pemimpin Paling Efektif Didunia

Posted on
Jokowi Dinobatkan Sebagai Pemimpin Paling Efektif Didunia
Jokowi Dinobatkan Sebagai Pemimpin Paling Efektif Didunia

TINTAPENA.COM–Jakarta, Seorang profesor sekaligus peneliti institut di National University of Singapore, Kishore Mahbubani, lemparkan pujian kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai sosok pemimpin yang jenius dan pemimpin paling efektif di dunia saat ini.

PPP menilai pernyataan itu sebagai bentuk pengakuan internasional yang patut untuk diapresiasi.

“Itu adalah bentuk pengakuan internasional yang patut kita apresiasi,” tutur Ketua DPP PPP, Ahmad Baidowi (Awiek), kepada wartawan, hari Kamis (7/8/2021).

Awiek lantas ikut menyinggung sikap Jokowi yang mengajak lawan untuk bergabung dalam kabinet. Dia menyebut jika hal itu sudah menjadi pemicu bedanya sistem demokrasi Indonesia dari beberapa negara lain.

“Mungkin hal seperti itu hanya di Indonesia, rival pilpres ikut masuk dalam kabinet pemerintahan, ini adalah sebuah terobosan kepemimpinan yang tidak semua orang bisa melakukannya,” tuturnya.

Jadi menurutnya wajar saja jika Jokowi mendapat apresiasi. “Maka kalau kemudian ada yang mengapresiasi wajar. Di Indonesia semua orang bebas untuk berpendapat asalkan dalam koridor ketentuan UU,” tuturnya.

Sebelumnya, Kishore Mahbubani juga memuji Jokowi sebagai sosok pemimpin yang jenius. Dia menyebut Jokowi merupakan pemimpin yang paling efektif di dunia saat ini.

Sorotan terhadap kejeniusan Jokowi ini ia sampaikan dalam sebuah tulisan yang berjudul ‘The Genius of Jokowi’. Tulisan ini tayang pada tanggal 6 Oktober 2021 di Project Syndicate, yaitu sebuah media nirlaba yang fokus pada isu-isu internasional.

Kishore Mahbubani menyebut Jokowi telah menjadi sosok pemimpin yang layak mendapat pengakuan atas keberhasilannya dalam hal memimpin. Jokowi, tulis Mahbubani, membuat model pemerintahan yang bisa dipelajari oleh dunia.

“Pada saat bahkan beberapa negara demokrasi kaya memilih penipu sebagai pemimpin politik mereka, keberhasilan Presiden Indonesia Joko Widodo layak mendapat pengakuan dan penghargaan yang lebih luas. ‘Jokowi’ memberikan contoh model pemerintahan yang baik yang dapat dipelajari oleh seluruh dunia,” sebut Kishore Mahbubani dalam karya tulisannya itu.

Lebih lanjut, dia menyebut Jokowi juga bisa menjembatani kesenjangan politik di Indonesia. Dia membandingkan keberhasilan Jokowi ini dengan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020 yang saat ini belum bisa mengatasi perpecahan.

“Sebagai permulaan, Jokowi telah menjembatani kesenjangan politik Indonesia. Hampir satu tahun setelah Joe Biden memenangi pemilihan Presiden AS 2020, sebanyak 78 persen dari Partai Republik masih tidak percaya jika dia terpilih secara sah sebagai presiden. Biden menjabat sebagai senator AS selama kurun waktu 36 tahun, tetapi dia tidak dapat menyembuhkan perpecahan partisan Amerika. Sebaliknya, capres dan cawapres yang dikalahkan Jokowi dalam pemilihannya kembali tahun 2019lalu–Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno–kini telah menjabat di kabinetnya (masing-masing sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Pariwisata),” tulisnya.

Selain itu, dia juga menyoroti cara Jokowi membalikkan momentum pertumbuhan partai-partai paling ‘islamis’ di Indonesia, sebagian dengan menjadi inklusif. Dia membandingkannya dengan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, yang sudah memperdalam perpecahan di Brasil.

“Jokowi telah menyatukan kembali negaranya secara politik. Seperti yang dia katakan kepada saya dalam sebuah wawancara baru-baru ini, ‘Pilar ketiga ideologi Indonesia, Pancasila, menekankan persatuan dalam keragaman’. karena itu, pembangunan koalisinya yang terampil menyebabkan disahkannya omnibus law tahun lalu, yang dalam hal ini bertujuan untuk meningkatkan investasi dan menciptakan lapangan kerja baru,” tambahnya.

Kishore Mahbubani menyebut Jokowi telah menetapkan standar baru dalam pemerintahan Indonesia. Hal inilah yang, menurutnya, mampu membuat negara demokrasi lain jadi iri.

“Dia telah menetapkan standar pemerintahan baru yang seharusnya bisa membuat iri negara-negara demokrasi besar lainnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *