JPU Menganggap Status Imam Besar Habib Rizieq Hanya Isapan Jempol Semata

Posted on
Habib Rizieq Shihab
Habib Rizieq Shihab

Jakarta, TINTAPENA.com – Dalam persidangan Jaksa penuntut umum (JPU) menganggap status imam besar yang di sandang Habib Rizieq Shihab hanya isapan jempol semata karena kerap melontarkan pernyataan kasar. Pengacara Habib Rizieq, Aziz Yanuar, mengatakan status imam besar yang disandangnya itu diberikan oleh jutaan rakyat Indonesia yang mengikuti aksi 212.

“Begini, jadi kalau menurut saya pribadi dan tim kuasa hukum menanggapi soal itu masalah keberatan dengan ucapan atau klaim imam besar, itu hak setiap pribadi ya. Kita tidak pernah memaksa seseorang untuk menganggap Habib Rizieq sebagai imam besar, itu tidak pernah. Itu adalah klaim jutaan rakyat Indonesia itu setahu saya. Waktu aksi 212 waktu itu sampai saat ini juga sepengetahuan saya,” kata Aziz disela sidang di PN Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

Menurut Aziz, Lontaran kata-kata kasar Habib Rizieq tidak bermaksud untuk menyinggung orang lain dalam pernyataannya. Menurutnya, ucapan Habib Rizieq itu merupakan bentuk ketegasan.

“Jadi, kalau ada yang menafikan, itu bukan urusan kami. Itu kemudian soal kata-kata kasar dan kurang berkenan gitu kan untuk mereka. Habib tidak ada niat untuk menyinggung siapa pun. Akan tetapi, jika ada yang tersinggung ternyata oleh ucapan beliau, itu adalah urusan mereka masing-masing. Jadi yang dimaksud Habib itu adalah hal-hal yang memang harus diucapkan secara tegas secara jelas. Dan jangan lupa, Habib ini adalah salah seorang dari beberapa terdakwa yang karena kasus prokes saya garis bawahi ya pintu masuk ini kan kasus prokes dijatuhi hukuman dan dipidana sedemikian rupa. Kemudian juga beliau yang menjalani. Artinya, kita harus mengerti juga kondisi psikologis beliau yang ingin sekali menegaskan dengan semangat,” ungkap Aziz.

Sementara, Aziz juga menilai pernyataan jaksa juga kasar. Aziz meminta kepada jaksa untuk tidak lagi membuat pernyataan kasar karena dianggap sebagai aparat negara.

“Dan jangan lupa, jaksa menanggapinya dengan apa caranya baik? Apa kata-katanya juga baik? Tadi saya kalau itu juga bisa berpersepsi bahwa tanggapannya itu menurut kami kurang sopan, kurang baik. Apalagi mereka ini aparatur negara, dibayar oleh rakyat. Kita rakyat, Habib rakyat, harusnya sikapnya baik. Menegurnya juga baik. Tadi menurut kami kata-kata juga kasar,” tambah Aziz.

Sebelumnya, tanggapan JPU terhadap tersangka Habib Rizieq Shihab merembet hingga ke status imam besar. JPU juga menyebut Habib Rizieq kerap kali melontarkan tudingan tanpa dasar yang jelas.

“Bahwa Terdakwa dan penasihat hukum dituntut harus tajam atas kasus, masalah yang dihadapinya, bijak secara hukum, dan beriktikad dalam menghadapinya dengan dalil-dalil hukum yang kuat dan tidak perlu mengajukan pembelaan dengan perkataan yang melanggar norma bangsa dengan kata-kata yang tidak sehat yang mengedepankan emosional, apalagi menghujat,” kata jaksa saat membacakantanggapan atas pleidoi dalam sidang di PN Jakarta Timur, Senin (14/6/2021).

Dalam kasus ini, Rizieq didakwa membuat keonaran berkaitan dengan penyebaran hoaks tes swab di RS Ummi, Bogor. Habib Rizieq dituntut 6 tahun penjara.

Menurut JPU, Rizieq sembarangan menuding jaksa dan sejumlah tokoh sebagaimana dalam pleidoi Rizieq yang dibaca pada Kamis, 10 Juni lalu. Jaksa menuding Rizieq sering mengumpat dengan kata-kata yang tidak etis dan kasar.

“Sudah biasa berbohong, manuver jahat, ngotot, keras kepala, iblis mana yang merasuki, sangat jahat dan meresahkan, sebagaimana dalam pleidoi. Kebodohan dan kedunguan, serta kebatilan terhadap aturan dijadikan alat oligarki sebagaimana pada pleidoi,” ungkap JPU.

“Kalimat-kalimat seperti inilah dilontarkan Terdakwa dan tidak seharusnya diucapkan yang mengaku dirinya ber-akhlakul karimah, tetapi dengan mudahnya terdakwa menggunakan kata-kata kasar sebagaimana di atas. Padahal status terdakwa sebagai guru, yang dituakan, tokoh, dan berilmu ternyata yang didengung-dengungkan sebagaimana imam besar hanya isapan jempol belaka,” tambah jaksa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *