Jozeph Paul Zang menjadi DPO, Jejaknya Terdeteksi, Polisi Gerak Cepat

Posted on
Sosok Jozeph Paul Zhang
Sosok Jozeph Paul Zhang

TINTAPENA.COM –Jejak Joseph Paul Zhang yang mengaku Nabi ke-26 telah terdeteksi oleh Polisi.

Joseph Paul Zhang kini sedang diburu Interpol Polri setelah sejumlah penyataan-pernyataan kontroversialnya atas penistaan agama.

Joseph Paul Zhang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Husin Alwi yang tergabung dalam Muannas Alaidid Law Firm pada 17 April kemarin.

Laporan tersebut teregister dengan nomor LP/B/0253/IV/2021/BARESKRIM tertanggal 17 April 2021. Husin mengatakan, pelaporan Jozeph Paul Zhang atas dugaan penistaan agama.

“Adanya dugaan sentimen terhadap agama Islam dengan pernayataan bilang mau meluruskan kesesatan ajaran Nabi ke-25 dan kecabulannya yang maha cabululloh,” kata Husin Alwi.

Husin sendiri menilai apabila konten macam ini dibiarkan bisa menyesatkan generasi muda Indonesia. Ia melaporkan Jozeph Zhang dengan pasal dalam UU ITE.

“Ucapannya melalui channel  YouTube-nya ini berbahaya jika dibiarkan dan dapat menyesatkan generasi muda Indonesia. Makanya saya laporkan dengan Pasal 28 ayat 2 UU ITE terkait atas ujaran kebencian atas nama SARA dan Pasal 156a tentang penistaan agama agar ada efek jera kepada pelaku dan jadi pembelajaran kepada masyarakat agar berhati-hati dalam menggunakan media sosialnya untuk tidak memicu sentimen antar umat beragama,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas laporan itu.

“Sudah dilidik,” kata Sigit saat dihubungi pada Minggu 18 April kemarin.

Pada deskripsi  channel YouTube-nya, Jozeph Paul Zhang menulis sebagai Founder of The FIRM Foundation (Indonesia) and Hagios Apologetic Centre (Europe).

Jozeph pada saat ini berdomisili di Bremen, Jerman.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, berdasarkan data perlintasan Imigrasi, Jozeph Zhang telah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 lalu.

“Kami telah berkoordinasi dengan Imigrasi. Data yang bersangkutan (Jozeph Paul Zhang) meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018 dan tercatat belum pernah kembali,” kata Agus dalam keterangannya.

Agus menduga Jozeph Zhang mengetahui bahwa banyak warga Indonesia yang mudah marah sehingga membuat konten video yang memancing emosi masyarakat Indonesia.

“Dia tahu akhir-akhir ini banyak masyarakat Indonesia gampang sekali marah. Ngomong-lah seperti di video yang viral. Semoga hari kemarin tidak banyak yang batal ibadah puasanya,” kata Agus.

Terkait dengan video itu, Agus memastikan kepolisian akan turun tangan menjalankan tugas pokok kepolisian atas laporan tersebut.

Keberadaan Jozeph Zhang di luar negeri juga tidak menghalangi pihaknya melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penistaan agama tersebut.

Agus juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tengah menjalani ibadah puasa tidak terprovokasi dan mendoakan kebaikan-kebaikan untuk bangsa Indonesia, kemudian meyakini bahwa setiap perbuatan tercela akan mendapat ganjaran dari Allah SWT.

“Hakikatnya puasa salah satunya menahan diri dari segala sesuatu godaan, cara manusia merespon atas sesuatu yang terjadi menunjukkan kualitas diri tiap insan,” ungkap Agus.

Jozeph Paul Zhang sebelumnya membuat heboh setelah ia mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial.

Pengakuan Jozeph Zhang sebagai nabi ke-26 itu ia sampaikan dalam forum diskusi via zoom yang juga ditayangkan di saluran akun YouTube pribadinya.

Video tersebut ia beri judul ‘Puasa Lalim Islam’.

Di awal video berdurasi lebih dari 3 jam tersebut, Jozeph Zhang membuka diskusi dengan memberi salam ke sejumlah peserta dari beberapa negara.

Mulai dari salam untuk warga Afrika, Rusia, Amerika, Kanada, hingga Australia. Setelahnya, ia menyinggung salah satu yang ikut dalam forum tersebut.

“Wong si itu, apa namanya, Nabi Jones disuruh buka dalam doa, malah buka puasa sendirian melangkahi ini kan namanya, suruh buka dalam doa malah buka puasa, enggak bener ini Nabi Jones ini. Sekte sesat. Tangkitarian. Disuruh buka dalam doa malah buka tangki loh, enggak bener,” ucap Joseph Zhang dalam diskusinya.

Ia kemudian menyinggung soal puasa yang dilakukan ajaran umat Islam. Ia menyebut umat Islam yang menjalani puasa, tetapi dia yang lapar.

“Tema kita hari ini yaitu puasa lalim Islam, lu yang puasa gua yang laper. Hahahaha. Gubrak-gubrak pokoknya. Password seperti biasa ya, buka jus jus gubrak gubrak gubrak olala. Sedih ya, lu yang puasa gue yang laper, enggak bener lu,” katanya.

Jozeph kemudian membahas soal kondisi masyarakat Indonesia yang tengah melakukan puasa pada saat ini. Begitu juga muslim yang ada di benua Eropa.

“Yang bisa laporin gue ke polisi, gue kasih uang loh, yang bisa laporin gue ke polisi penistaan agama, nih gw nih, Nabi ke 26 Jozeph Paul Zhang. Kalau anda bisa bikin laporan polisi atas penistaan agama gua kasih loh, 1 laporan satu juta, maksimal 5 laporan, supaya jangan bilang gue ngibul gitu kan,” ucapnya.

Lantas siapa sosok Jozeph Paul Zhang?

Penelusuran Tribun-timur.com di blog pribadinya, Jozeph Paul Zhang merupakan seseorang yang mengaku sebagai apologet Kristen.

“APOLOGET KRISTEN, Memberitakan Injil, mengajar dan memuridkan melalui buku, artikel-artikel, maupun tulisan di media sosial dan seminar-seminar Menjawab Iman Kristen. Saat ini telah membaptis ratusan orang ex-Muslim yang telah disadarkan melalui pemberitaan Injil yang dilakukan baik lisan maupun tulisan di Indonesia dan di negara-negara Benua Eropa.,” tulis Jozeph Zhang pada profil blognya.

Kata “apologi” berasal dari kata Yunani yang pada dasarnya memiliki arti “memberi pembelaan.”

Apologetikamerupakan suatu ilmu dalam kaitannya dengan pembelaan.

Adapun Apologetika Kristen yaitu ilmu sistematis yang mempertahankan dan menjelaskan iman dan kepercayaan Kristen.

Orang yang ahli dalam bidang tersebut disebut Apologis Kristen.

Di kalangan umat Kristen, Apologetika dimengerti sebagai ilmu mengenai pembelaan iman Kristen.

Ilmu ini berupaya menjawab atas pernyataan sikap kaum skeptisisme yang meragukan keberadaan Allah atau menyerang kepercayaan kepada Allah yang terdapat dalam Alkitab.

Pembelaan ini dapat ditunjukkan kepada pemeluk agama lain, aliran Kristen yang lain, warga komunitas sendiri yang ragu-ragu atau kepada orang beriman biasa yang ingin mengerti bahwa iman mereka dapat dipertanggungjawabkan.

Youtube Jozeph Paul Zhang sejak 28 September 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *