Insiden Lolosnya Penumpang Mudik Covid-19 Menyelinap Terbang

Posted on
Insiden Lolosnya Penumpang Mudik Covid-19 Menyelinap Terbang
Bandara Ahmad Yani Semarang sebelum pandemi.(ANTARA FOTO/Aji Styawan)

TINTAPENA.COM–Jakarta, Manajemen Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang mengakui tentang salah satu insiden lolosnya seorang penumpang mudik yang positif Covid-19, MYA, yang menyelinap terbang Menuju Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Rabu (5/5) lalu, insiden itu terjadi akibat kelalaian petugas Bandara.

Kendati demikian, General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Semarang Hardi Ariyanto memastikan jika insiden tersebut terjadi tidak karena ada unsur kesengajaan petugas dalam temuan kasus ini.

“Setelah kami evaluasi, kami pastikan bahwa tidak terdapat unsur kesengajaan oleh petugas bandara atau stakeholder lainnya dalam upaya pemberangkatan penumpang dengan dokumen penerbangan yang tidak sesuai dengan persyaratan penerbangan,” ujar Hardi dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima tim CNNIndonesia.com, hari Jumat (7/5).

“Hal tersebut terjadi murni karena kelalaian akibat prosedur yang kurang ketat,” tambahnya.

Hardi menjelaskan jika MYA baru diketahui positif Covid-19 setelah salah satu petugas Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilans Epidemiologi (PKSE) Bandara Iskandar Pangkalan Bun memeriksa keterangan surat hasil swab PCR yang bersangkutan. Dalam surat yang dikeluarkan oleh sebuah laboratorium di Semarang tertulis bahwa MYA dinyatakan telah positif covid-19.

Adapun menurutnya, dari pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang sebelumnya telah mengarahkan MYA untuk melakukan isolasi mandiri, setelah hasil dokumen pemeriksaan covid-19 MYA menunjukkan hasil positif terpapar covid-19. Namun nyatanya MYA disebut kembali menyelinap dan berhasil terbang.

“Oleh karena ihal tu kami melakukan pengetatan prosedur pemeriksaan kembali agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tambahnya.

Hardi sekaligus meminta maaf kepada publik atas temuan yang terjadi ini. Ia juga mewanti-wanti kepada seluruh petugas dan penumpang untuk tetap mematuhi aturan, sebab sesuai dengan Pasal 14 UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, pelanggar ketentuan tersebut bisa dijatuhi sanksi pidana dengan hukuman kurungan setahun dan atau denda sebanyak Rp 1 juta.

Hardi menegaskan, berdasarkan hasil evaluasi dan koordinasi dengan stakeholder bandara seperti pihak Kepolisian Sektor Semarang Barat, KKP Kelas II Semarang, maskapai, dan ground handling, telah disepakati bersama mengenai langkah-langkah antisipasi yang akan dilakukan jika teridentifikasi calon penumpang yang memiliki hasil tes Covid-19 positif.

Salah satunya yang dilakukan yakni pemberian stempel tambahan oleh petugas KKP sebagai tanda dari hasil tes positif untuk memudahkan identifikasi para petugas check in dan pasasi pada saat boarding.

“Oleh karena itu kami himbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para calon penumpang maskapai, agar tetap mematuhi aturan yang berlaku demi kebaikan bersama. Tidak lupa kepada para petugas juga harus lebih teliti dan selektif dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di lapangan sehingga tidak kembali terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *