Hiu Raksasa Terdampar di Pantai Malabro

Hiu raksasa bertutul

Hiu raksasa bertutul ditemukan terdampar di pantai Bengkulu | Foto: Radar Bengkulu

TPDC, BENGKULU – Pada Rabu (15/08/2012), warga Kota Bengkulu dihebohkan dengan penemuan ikan hiu raksasa bertutul yang ditemukan oleh dua orang nelayan sekitar laut Kelurahan Malabero. Nardin (47) dan Sapri (50) adalah nelayan yang mengetahui keberadaan hiu tutul ini terdampar mendekati tepi pantai sekitar pukul 08.00 WIB.  Keduanya tidak sengaja menemukan hiu ini ketika hendak menjaring ikan di kejauhan sekitar 2 Mil dari bibir pantai Malabero.

“Tadinya saya dan Sapri tidak menyangka kalau mendapat ikan sebesar ini. Saya heran saat menarik pukat kapal terasa ada yang nyangkut. Rasanya seperti ditarik-tarik. Pas kami lihat ke dalam laut, kami kaget, ternyata yang tersangkut di pukat saya itu ikan hiu yang besar sekali. Karena takut terseret seketika saya langsung berteriak meminta tolong kepada teman-teman nelayan yang lain. Untungnya saat itu kapal kami berdekatan, jadi teman-teman bisa cepat datang membantu menarik ikan hiu ini ke pinggir,” papar Nardin seperti dikutip dari harian Radar Bengkulu, Kamis (16/08/2012).

Nardin juga menjelaskan, ia menarik ikan raksasa ini dibantu oleh enam orang anak buah kapal (ABK) nelayan. Meskipun demikian mereka juga sempat kesulitan untuk membawa ikan itu ke pinggir pantai, karena ikan itu masih sangat kuat dan melawan.

“Niat mau cari ikan kecil eee… malah ketemu ikan hiu raksasa. Perkiraan kami beratnya sekitar 2 Ton, panjangnya 7 meter dan lingkar badan sekitar 2 Meter,” tambah Nardin.

Sementara itu, menurut pengakuan salah satu nelayan Malabero Wirmansyah (50), sebenarnya ikan hiu ini sangat jarang sekali ditemukan Bengkulu. Kalaupun ada ikan hiu raksasa biasanya tidak dijumpai di laut dangkal seperti yang dijumpai saat ini.

“Biasanya ikan hiu itu hidup di kedalaman dari 400 meter hingga 1000 meter lebih. Kemungkinan ikan hiu ini hanya numpang lewat saja dan terjaring oleh nelayan. Tapi ikan hiu ini tidak mungkin terdampar kalau tanpa ada penyebab. Menurut kepercayaan (mitos) kami para nelayan, biasanya ikan hiu yang terdampar seperti ini disebabkan ada masalah di tengah lautan. Bisa saja hiu itu membunuh hiu yang lain. Kemudian karena sudah bersalah maka ia diusir oleh raja hiu yang marah dan mengutuk supaya matinya terdampar di pinggir lautan,” ujar Wirmansyah.

Wirmansyah juga menjelaskan, ikan hiu yang ditangkap itu bukan termasuk jenis ikan hiu yang suka memangsa manusia seperti yang sering ditampil  di film-film.

“Ikan hiu ini namanya ikan hiu cecak (Ikan hiu paus tutul), kami memberi namanya seperti itu karena dilihat dari warna kulitnya ada bercak-bercak putih. Kalau ikan hiu yang suka memangsa orang seperti yang di film-film itu namanya ikan hiu kumbang. Itu adalah hiu ganas tapi ikan hiu ini tidak seperti itu,” tambahnya.

Sementara itu, karena informasi penemuan ikan hiu raksasa yang begitu cepat menyebar kesejumlah masyarakat. Sehingga tidak perlu waktu lama kawasan pantai Malabero sudah dipenuhi oleh ratusan warga. Mereka ingin menyaksikan secara langsung bagaimana rupa ikan hiu raksasa tersebut. Bahkan hingga azan zuhur warga masih berdatangan. Namun saat itu ikan telah dipotong-potong dan diangkut ke Pasar Minggu untuk dijual.

Menurut pantauan jurnalis, setiap orang yang melintasi kawasan jalan pantai Malabero pasti berhenti karena ingin melihat ikan tersebut. Ikan itu dijual olah nelayan kepada pedagang ikan daerah Pasar Minggu atas nama Napi dengan harga Rp 2 juta. Kemudian uangnya dibagikan kepada nelayan yang membantu dalam proses penarikan hiu raksasa tersebut.(tpdc-2)

Share This
More
Under Topics: Bengkulu,

Incoming search terms:

  • raksasa (45)

Post Related to Hiu Raksasa Terdampar di Pantai Malabro

Jokowi-JK Menang dengan Selisih Suara dari Prabowo-Hatta 8 Juta

Jokowi-JK Menang dengan Selisih Suara dari Prabowo-Hatta 8 Juta

TPDC, JAKARTA – Akhirnya, Rapat Pleno Rekapitulasi suara nasional menetapkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai

Prabowo Ancaman Bagi Demokrasi Indonesia

Prabowo Ancaman Bagi Demokrasi Indonesia

Menurut Relawan Projo TPDC, JAKARTA - Relawan Projo menilai sikap calon presiden Prabowo Subianto yang

Pemprov Bengkulu Siapkan Alat Berat di Jalan Lintas Barat

Pemprov Bengkulu Siapkan Alat Berat di Jalan Lintas Barat

TPDC, BENGKULU  - Pemerintah Provinsi Bengkulu menyiagakan empat unit alat berat di jalan lintas barat