Heboh! Dugaan Investasi Bodong 212 Mart

Posted on
212 mart
212 mart

Jakarta, TINTAPENA.com, Para Kelompok Koperasi Syariah 212 Mart di Samarinda, Kalimantan Timur diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana investasi 212 Mart, dengan dugaan kerugian sebesar Rp 2 miliar.
Atas dugaan itu, Komunitas atau kelompok Koperasi Syariah 212 Mart dilaporkan oleh 13 warga ke Polresta Samarinda pendampingan dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Lentera Borneo.

Kasus ini berawal dari unggahan di Whats App untuk ajakan investasi dengan mendirikan sebuah Toko 212 Mart pada 2018. Metode pengumpulan dana ini dilakukan secara terbuka mulai Rp 500 ribu hingga mencapai Rp 20 juta.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah menegaskan bahwa kasus tersesbut di Samarinda bukanlah unit usaha dari sebuah koperasi, melainkan dalam bentuk Perseroan Terbatas.

“Kami telah melakukan penyerasian dengan Dinas Koperasi Kota Samarinda dan Koperasi Syariah 212 (Pusat), mendapatkan penjelasan, kasus tersebut di Samarinda usahanya diinisiasi oleh komunitas 212 dalam bentuk Perseroan Terbatas, yaitu PT Kelontong Mulia Bersama, jadi bukan koperasi,” ungkap Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi pada Kamis (6/5/2021).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, kasus 212 Mart ini ramai diperbincangkan setelah ratusan korban 212 Mart di Samarinda melapor ke polisi atas dugaan penggelapan dana investasi yang nilainya mencapai Rp 2 miliar .

Semua itu bermula, ketika para korban itu tertarik dengan ajakan investasi mendirikan toko 212 Mart di Samarinda pada tahun 2018 silam. Akhirnya para nasabah menghimpun dana tersebut di koperasi Syariah dengan nominal mulai dari Rp 500 ribu hingga mencapai  Rp 20 juta.

Rencananya setelah dana terkumpul hingga mencapai Rp 2 miliar lebih, akan dibangun tiga unit toko 212 Mart secara bertahap di 3 lokasi berbeda, yakni di Kawasan Jalan Gerilya, Jalan Bengkuring, dan Jalan AW Sjahranie.

Setelah berjalan dua tahun, sekitar pertengahan November 2020, para nasabah curiga terhadap muncul permasalahan keuangan. Diantaranya tagihan dari supplier, gaji karyawan, hingga sewa tempat yang tidak terbayarkan.

Atas kejadian itulah para nasabah memutuskan melaporkan kasus 212 Mart tersebut ke Polisi sebagai dugaan penipuan atau penggelapan dana.

Ahmad Zabadi menjelaskan, setelah dilakukan konfirmasi kepada Direktur Koperasi 212, ternyata 212 Mart tidak ada hubungannya dengan Koperasi Syariah 212.

“Dari konfirmasi kami dengan Direktur Koperasi 212 yaitu Bu Mela, komunitas 212 Mart Kota Samarinda bukan merupakan bagian dari Koperasi syariah 212,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *