Hasil Rapat Komite, PPKM Berskala Mikro Jilid Enam Diperluas

Posted on

Hasil Rapat Komite, PPKM Berskala Mikro Jilid Enam Diperluas

TINTAPENA.COM — JAKARTA, Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro akan diperpanjang selama 14 hari kedepan, yaitu mulai tanggal 20 April sampai 3 Mei 2021. Pemerintah juga memperluas pembatasan ini hingga kelima provinsi. Kelima provinsi itu yakni Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung dan Kalimantan Barat.

“Perluasan tersebut berdasarkan parameter dari jumlah kasus aktif maka ditambahkan menjadi lima provinsi,” kata Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) Airlangga Hartarto seusai rapat kabinet terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, hari Senin (19/4/2021).

Dengan perluasan wilayah tersebut, maka PPKM berskala mikro jilid keenam akan coba diterapkan di 25 provinsi lainnya. Adapun 20 provinsi lainnya yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan. Kemudian Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, Riau dan Papua. Pemerintah berharap perpanjangan dan perluasan PPKM tersebut dapat semakin menekan laju kasus penularan Covid-19.

Airlangga mengklaim, selama PPKM mikro diterapkan, pandemi Covid-19 di Tanah Air sudah menunjukkan sejumlah perbaikan, yakni dengan adanya penurunan kasus. “Perkembangan parameter penanganan Covid dan penerapan PPKM mikro tahap kelima antara tanggal 6 hingga 19 April itu terus mengalami perbaikan,” ujarnya.

Menurut Airlangga, kasus aktif Covid-19 di Indonesia per tanggal 18 April sebesar 6,6 persen. Angka ini menurun dibanding bulan Februari lalu yang mencapai 16 persen kasus aktif. Kasus aktif pada minggu kedua bulan Februari lalu tercatat sebesar 176.291 kasus. Sementara, pada minggu ketiga bulan April turun menjadi 106.243 kasus.

Sementara itu, rata-rata kasus positif atau positivity rate saat ini berada di angka 11,2 persen, menurun dibandingkan dengan kasus positif pada bulan Februari lalu yang mencapai angka 29,42 persen. Kemudian, bed occupancy rate atau tingkat keterisian tempat tidur pun rata-rata berada di angka 34 sampai 35 persen, tidak melebihi angka 60 persen.

“PPKM dan PPKM mikro yang diterapkan sejak bulan Januari dan bulan Februari telah mulai berhasil mengendalikan lajunya penyebaran Covid di mana rata-rata kasus aktif terus menurun. Di bulan Januari 15,43 persen, di bulan Februari 13,57 (persen), bulan Maret 9,52, (persen), dan bulan April menjadi 7,23 (persen),” kata Airlangga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *