Gempar Jagat Maya, Pasien Covid Ngamuk Bikin 2 Satpam Ikut Positif

Posted on
Gempar Jagat Maya, Pasien Covid Ngamuk Bikin 2 Satpam Ikut Positif
Gempar Jagat Maya, Pasien Covid Ngamuk Bikin 2 Satpam Ikut Positif

TINTAPENA.COM–Jakarta, Viral amukan seorang pasien yang dinyatakan positif Corona membuat gempar jagat maya. Bagaimana tidak, karena amukan pasien tersebut membuat APD yang dikenakan oleh seorang tenaga kesehatan (nakes) jadi robek hingga terpaparnya 2 satpam tertular COVID-19.

Kejadian itu semula terjadi di RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Dinarasikan, bahwa pasien Corona tersebut akan hendak kabur, padahal alasan sebetulnya tidak seperti itu.

Dalam video yang beredar viral, pria tersebut disebut sebagai pasien suspek COVID-19. Pasien seorang pria yang tengah dalam keadaan diinfus itu tampak mengamuk.

Dua orang sekuriti dan seorang tenaga kesehatan (nakes) yang memakai APD terlihat mencoba memeganginya. Mereka sedang berusaha menenangkan pasien pria itu agar tidak kabur.

Namun naasnya pria tersebut terus memberontak ingin melepaskan diri dan kabur. Dia terlihat terus melakukan perlawanan pada petugas saat dipegang oleh sekuriti dan nakes tersebut. Sesekali, pria tersebut tampak batuk-batuk di depan sekuriti dan nakes.

Akibat 2 Satpam Positif Corona
Karena aksi amukan itu berakibat fatal. Dua orang satpam yang membantu mengamankan pasien tersebut akhirnya tertular.”Ya (satpam positif Corona) karena satpam yang membantu menghentikan pasien namun tidak pakai APD,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Bambang Handoko, kepada wartawan, hari Rabu (23/6/2021).

APD Nakes Sobek-sobek
Selain menularkan Corona ke 2 orang satpam yang menjaganya, amukan dari pasien Corona menyebabkan baju hazmat yang dikenakan oleh dokter sobek.

“Mereka mengamuk karena mereka menginginkan kamar dengan segera sehingga terjadilah seperti orang untuk melarikan diri,” ujar Bambang.

“Akhirnya pasien itu ditahan oleh dokter dan dokter yang memakai APD pun hingga sobek bajunya,” sambungnya.

Pasien Ingin Cepat Dapat Kamar
Saat peristiwa itu berlangsung, Kompol Bambang mengungkapkan kondisi RSUD Pasar Minggu saat itu juga sudah penuh. Meskipun sudah tiba di RS, pria tersebut tak kunjung juga mendapatkan kamar untuk perawatan. Hal inilah juga yang memicu dan membuat pasien mengamuk serta melawan petugas medis.

“Namun mereka mengamuk karena mereka menginginkan kamar dengan segera sehingga terjadilah seperti orang untuk melarikan diri,” tegas Bambang.

Saat ini, Bambang belum bisa memastikan apakah pasien tersebut telah mendapatkan kamar atau sudah dirujuk ke RS lain. Dia mengatakan pihaknya masih terus melakukan penyelidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *