Gelar Perkara, Perawat Sempat Ingatkan Istri Penganiaya

Posted on

Gelar Perkara, Perawat Sempat Ingatkan Istri Penganiaya

TINTAPENA.COM – Palembang, Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar Irvan Prawira Satyaputra mengkonfirmasi awal kasus penganiayaan oleh Jason Tjakrawinata terhadap korban seorang perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli. Hal itu terungkap saat melakukan gelar perkara, hari Sabtu (17/4).
Pendarahan pada anak Jason yang memicu terjadinya kasus penganiayaan terhadap eorang perawat berusia 28 tahun itu pada hari Kamis (15/4). Kini Jason telah ditetapkan sebagai tersangka pada kejadian tersebut.

Irvan menjelaskan, anak laki-laki dari Jason yang berusia dua setengah tahun dirawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang karena menderita radang paru-paru. Setelah empat hari menjalani perawatan, pasien kemudian diperbolehkan pulang. Christina yang saat itu bertugas pun segera untuk melepas jarum infus yang terpasang di tangan anak Jason.

Irvan mengatakan kalau Chistina sebelumnya sudah memperingatkan istri dari Jason untuk tidak menggendong anaknya setelah jarum infus dilepas. Sebab tindakan itu bisa saja memicu pendarahan.

“‘Jangan digendong dulu, Bu, nanti berdarah’ kata korban. Namun tak lama setelah infus itu dilepas, istri pelaku malah langsung menggendong anaknya. Saat itulah tangan anak pelaku pendarahan,” ungkap Irvan.

Saat melihat tangan anaknya berdarah, istri Jason segera menghubungi suaminya dan langsung mendatangi rumah sakit Siloam. Begitu Jason tiba di ruang perawatan anaknya, Jason memanggil Christina dan menuntut permintaan maaf.

Namun saat Christina hendak meminta maaf, Jason langsung menamparnya di bagian wajah. Christina bahkan sempat bersujud untuk meminta maaf, namun alih-alih melunak, Jason malah menendang perawat tersebut di bagian perut hingga jatuh tersungkur.

“Jadi waktu datang pelaku panik mendengar tangan anaknya berdarah, pelaku Langsung menganiaya korban dan juga membanting HP milik rekan korban yang saat itu merekam kejadian tersebut,” ungkap Irvan.

Sementara itu, tersangka Jason mengaku panik saat menerima kabar dari istri bahwa tangan anaknya berdarah. Dirinya mengaku kalap dan emosi aat itu hingga menganiaya perawat yang melepas jarum infus anaknya.

“Saya panik dan emosi sesaat. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan oleh saya, terutama kepada pihak korban. Di bulan Ramadan ini saya mohon maaf kepada seluruh pihak yang sudah dirugikan,” kata dia.

Setelah kejadian itu, Christina melaporkan Jason ke Polrestabes Palembang terkait penganiayaan itu, pada Jumat (16/4). Akibat dari kejadian penganiayaan tersebut, Christina mengalami beberapa luka lebam di wajah dan perut.

Video kekerasan yang dialami Christina viral di media sosial setelah diunggah oleh akun instagram @perawat_peduli_palembang. Dalam video yang berdurasi 35 detik tersebut, terlapor Jason yang mengenakan topi putih dan kaos merah terlihat sedang menjambak christina yang baru saja dibantu berdiri dari posisi duduk oleh rekannya.

Tampak juga petugas keamanan dan pengunjung rumah sakit mencoba melerai dan mencegah Jason saat kembali menganiaya Christina. Korban pun kemudian berlari meninggalkan Jason untuk menyelamatkan diri.

Saat ini korban Christina sedang dirawat karena luka yang dialaminya. Korban pun mengalami efek trauma psikis usai kejadian tersebut. Manajemen RS sudah menyerahkan beberapa bukti rekaman CCTV dan para perawat yang menjadi saksi kejadian di lokasi tersebut untuk melengkapi berkas perkara yang diperlukan kepolisian.

Pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang memastikan bahwa korban sudah menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perawat secara optimal dan sesuai standar operasional prosedur (SOP) saat hendak mencabut jarum infus dari tangan anak Jason.

Manajemen RS Siloam mendukung penuh perawat Christina dalam menempuh proses hukum atas kejadian tersebut. Jason pun telah meminta maaf karena tindakan penganiayaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *