Gantung Diri Dianggap Musibah, Suami Dan Keluarga Menolak Polisi Untuk Autopsi

Posted on
Gantung Diri Dianggap Musibah, Suami Dan Keluarga Menolak Polisi Untuk Autopsi
Gantung Diri Dianggap Musibah, Suami Dan Keluarga Menolak Polisi Untuk Autopsi

TINTAPENA.COM–DT alias Damaris (34th), seorang ibu rumah tangga asal Dusun III, Desa Oenuntono, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas gantung diri dengan tali nilon di rumahnya, hari Jumat (6/8) tengah malam.

Korban sempat mendapatkan pertolongan dengan segera dilarikan ke Puskesmas Oenuntono. Namun pada hari Sabtu (7/8) dini hari, korban pun meninggal dunia.

Belum jelas diketahui alasan korban nekat gantung diri.Padahal, sebelum kejadian ini korban masih bercerita ria dengan suami, Samuel Lakapu (35th) dan keponakannya, Defrit Finit (25th) di halaman depan rumah mereka.

Sekitar pukul 22.30 wita, korban pamit dan meminta ijin kepada suami untuk beristirahat lebih dulu. Setelah beberapa saat kemudian, suami korban juga pun ikut masuk untuk beristirahat.

Suaminya kaget karena saat masuk, korban sudah tergantung di dalam kamarnya dengan seutas tali nilon berwarna biru.

Suami korban berteriak dan memanggil keponakannya Defrit Finit untuk segera membantu menurunkan tubuh korban yang sementara masih menggantung.

Setelah suami berhasil menurunkan korban, ia langsung mengambil bawang merah untuk mengusap-usap hidung korban, namun korban sudah tidak sadarkan diri.

Sekitar pukul 00.30 Wita, keluarga korban segera membawa korban ke puskesmas Oenuntono untuk mendapat pertolongan medis. Namun setengah jam kemudian atau sekitar pukul 01.00 Wita dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Amabi Oefeto Timur Iptu Jeremi Lesitona dan anggota langsung mendatangi lokasi kejadian.

Polisi juga meminta keterangan dari saksi-saksi seperti suami dan ponakan korban. Namun orang tua dan keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah, serta menolak dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi.

Suami korban mengaku, jika selama ini mereka tidak ada masalah dan tidak pernah bertengkar dalam rumah tangga. “Keluarga korban sudah ikhlas menerima kematian korban dan sudah membuat surat pernyataan,” kata Iptu Jeremi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *