Fatwa MUI, Hukum Vaksinasi Saat Puasa

Posted on
vaksinasi
vaksinasi

Bulan Ramadan tahun ini masih dibayangi kewaspadaan akan masa pandemi Covid-19. Salah satu yang menjadi perhatian pemerintah adalah langkah vaksinasi. Kementerian Kesehatan RI akan tetap menjalankan vaksinasi yang telah direncanakan di bulan Ramadan 2021 ini.

Vaksinasi saat menjalani puasa sempat menjadi sorotan tersendiri bagi umat Muslim yang ada di Negeri ini. Pasalnya, vaksinasi dikhawatirkan dapat membatalkan puasa kita. Namun, anggapan ini disangkal dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengatakan vaksinasi Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

Fatwa terkait vaksinasi saat puasa ini telah dikeluarkan pada pertengahan bulan Maret 2021. Keluarnya fatwa ini diharapkan membuat umat muslim tidak ragu lagi menjalani proses yang telah di tetapkan pemerintah untuk vaksinasi selama menjalankan ibadah puasa.

Seperti apa hukum vaksinasi selama menjalankan puasa dan bagaimana isi fatwa yang dikeluarkan oleh MUI terkait hukum vaksinasi?

Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa Nomor 13 Tahun 2021 tentang Hukum Vaksinasi COVID-19 pada saat menjalankan  Ibadah Puasa. Fatwa tersebut menyatakan bahwa vaksinasi COVID-19 yang dikeluarkan pemerintah tidak membatalkan puasa dan boleh dilakukan bagi umat Islam yang sedang menjalankannya.

Fatwa ini menerangkan bahwa vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuscular atau suntikan tidak membatalkan ibadah puasa. Dalam fatwa itu diterangkan bahwa melakukan vaksinasi Covid-19 bagi umat Islam yang menjalankan puasa dengan injeksi intramuscular hukumnya boleh selama tidak menyebabkan bahaya.

Berdasarkan fatwa tersebut, yang dimaksud dengan vaksinasi adalah proses pemberian vaksin dengan cara disuntikkan atau bisa dengan cara diteteskan ke dalam mulut untuk meningkatkan produksi antibodi untuk menangkal penyakit tertentu. Sementara injeksi muskular adalah cara yang dilakukan dengan menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Penjelasan Majelis Ulama Indonesia

pemeriksaan tensi sebelum vaksinasi
pemeriksaan tensi sebelum vaksinasi

Majelis Ulama Indonesia pun memberikan penjelasan yang terkait dengan fatwa yang mereka keluarkan.

“Pemerintah dapat melakukan vaksinasi di tengah Pandemi Covid-19 pada saat bulan Ramadan 2021 untuk mencegah penularan wabah Covid-19 dengan tetap memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa,” ungkap Ketua Bidang Fatwa Majelis Ulama Indonesia Asrorun Niam Sholeh.

Menurut Asrorun, vaksinasi yang tengah dilakukan saat pandemi ini merupakan ikhtiar dalam mencegah pandemi Covid-19 melalui cara injeksi intramuskular. Injeksi intramuskular sendiri dilakukan dengan cara menyuntikkan obat atau vaksin melalui otot.

Sementara, Wakil Presiden Indonesia Ma’ruf Amin juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melakukan vaksinasi ini. Ma’ruf mengatakan, tidak batalnya seorang yang menjalankan ibadah puasa karena vaksinasi, disebabkan cairan yang masuk ke dalam tubuh sesorang tidak melalui lubang yang membatalkan. Oleh karena itu, seorang yang berpuasa tetap akan sah dan bisa melanjutkan ibadah puasanya tanpa harus takut membatalkannya.

“Karena cairan vaksinasi masuk dari bukan lubang yang mengakibatkan batalnya puasa, vaksin ini kan disuntik, tidak masuk dari lubang,” kata dia.

Fatwa terkait hukum vaksinasi selama menjalankan ibadah puasa ini sudah dikaji berdasarkan pertimbangan matang. Vaksinasi intramuscular dianggap tidak membatalkan puasa karena tidak masuk lewat rongga badan yang terbuka dan vaksin yang telah ditunjuk pemerintah tidak dianggap sebagai makanan atau minuman yang menyebabkan batalnya puasa seseorang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *