Duet Militer-Sipil Ini Akan Sukseskan Pilpres 2024 Harapan Rakyat

Posted on
Duet Militer-Sipil Ini Akan Sukseskan Pilpres 2024 Harapan Rakyat
Duet Militer-Sipil Ini Akan Sukseskan Pilpres 2024 Harapan Rakyat

TINTAPENA.COM–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan akan mempertimbangkan komposisi militer pada pencalonan capres dan cawapres periode Pilpres 2024 mendatang. PKS pun menyampaikan akan lebih terbuka dengan kemungkinan komposisi yang melibatkan sosok militer bersama dengan koalisi.

“Tadi kan kita membicarakan kolaborasi. Kolaborasi dengan para masyarakat, melihat preferensi pilihan publik itu ke arah mana. Jadi partai dipaksa harus melihat serta berkolaborasi dengan publik, karena adanya isu sipil-militer, militer-sipil yang masih berlaku di Indonesia, maka dari itulah keniscayaan dipertimbangkan,” ucap Ketua DPP PKS Bidang Polhukam Almuzzammil Yusuf dalam diskusi yang ditayangkan secara daring di YouTube PKS TV, pada Selasa (1/2/2022).

“Apalagi kita akan berkoalisi dengan partai lain, kemudian dipertimbangkan bersama,” lanjut beliau.

Almuzzammil juga mengatakan bahwa pihaknya akan terus melihat potensi sosok yang nantinya dipilih publik sebagai capres dan cawapres. Dia melihat kebutuhan masyarakat akan sosok seorang militer sebagai presiden juga dipengaruhi oleh situasi keamanan dan pertahanan di Tanah Air ini.

“Saya kira dengan pertimbangan bersama akan melihat preferensi siapa orang nomor satu, siapa yang kedua. Nah, pertanyaannya tadi penting, kapan keinginan publik tertuju pada tokoh militer? Kapan? Ketika keamanan menjadi ancaman bagi para masyarakat Indonesia, kebutuhan untuk menjadi pertahanan dan keamanan akan terus meningkat, di situlah dia akan muncul. Semakin tinggi, mungkin dia pun jadi nomor satu karena ancaman semakin tinggi. Jadi sipilnya bisa nomor satu atau nomor dua. Saya pikir itu situasional politik,” lanjutnya.

Dia mengatakan, hal lain yang menjadi pertimbangan dalam capres mendatang bagi partai oranye itu adalah syarat ambang batas atau presidential threshold. Beliau menyebut PKS harus berkoalisi dengan partai lainnya agar memenuhi syarat presidential threshold dalam mengusung presiden.

“Kolaborasi itu pada pencalonan ada presidential threshold. Hal ini mutlak, kecuali kita bisa mencalonkan sendiri, seperti itu,” ia menjelaskan.

Berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, ambang batas pencalonan presiden mensyaratkan pencalonan seorang presiden harus memenuhi perolehan suara pemilu minimal sebesar 20 persen suara.

Almuzzammil juga menyebut PKS dengan jumlah perolehan suara sebesar 8 persen pada Pemilu 2019 lalu dan harus berkoalisi dengan partai lain agar dapat memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen tersebut. Dia mengatakan pihaknya akan segera berdialog dengan partai-partai lain terkait koalisi dan pertimbangan komposisi sosok capres dan cawapresnya.

“PKS tadi 8 persen, untuk menjadi angka 20 persen koalisi dengan partai lain tentunya kita akan berdialog,” lanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *