Covid India Tembus 346 Ribu Sehari, Warga Usir Covid Dengan Obor

Posted on
Krematorium jenazah Covid di New Delhi
Krematorium jenazah Covid di New Delhi

TINTAPENA.COM–Negeri Bollywood yakni India kembali mencetak rekor dunia dalam penambahan kasus positif Covid-19 dalam tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu 24 April kemaarin Negeri Bollywood itu melaporkan tambahan kasus Covid-19  mencapai 346 dalam jangka waktu 24 jam.
Melansir pemberitaan Reuters, pemerintah setempat telah mengerahkan pesawat dan kereta militer untuk mendapatkan oksigen dari berbagai penjuru negara ke ibukota New Delhi, India. Stasiun Televisi menunjukkan truk oksigen tiba di rumah sakit Batra Delhi setelah mengeluarkan tanda bahaya yang mengatakan masih ada sisa oksigen 90 menit untuk 260 pasien rumah sakit tersebut.

Krisis juga dirasakan di bagian lain Negeri Bollywood tersebut, dengan beberapa rumah sakit mengeluarkan pemberitahuan publik bahwa mereka tidak memiliki gas oksigen medis. Media lokal setempat melaporkan kasus baru orang meninggal di kota Jaipur dan Amritsar karena kekurangan gas oksigen.

Selain itu, kematian yang diakibatkan Covid-19 di seluruh negara tersebut naik mencapai 2.624 kasus selama 24 jam terakhir, tingkat harian tertinggi di negara itu sejauh ini. Krematorium di seluruh kota New Delhi mengatakan mereka penuh dan meminta keluarga yang berduka untuk menunggu.

India melampaui rekor Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya mencatat dengan 297.430 infeksi satu hari di mana pun di dunia pada Kamis (22/4/2021), menjadikannya episentrum global pandemi Covid-19 yang menyusut di banyak negara lain.

Pemerintah India sendiri sebelumnya telah menyatakan telah mengalahkan virus corona pada bulan Februari ketika kasus baru turun ke posisi terendah sepanjang masa.

Pakar kesehatan mengatakan negara tersebut menjadi terlena ketika kasus baru berjalan sekitar 10.000 kasus per hari dan tampaknya terkendali, mencabut batasan yang memungkinkan dimulainya kembali pertemuan besar Covid-19. Bahkan sempat diadakan sebuah acara tradisi Kumbh Mela yang mengumpulkan lebih dari 5 juta orang dalam satu lokasi sekaligus.

Selain itu, mutasi Covid-19 yang menyebar di negara India juga diduga sebagai penyebab meledaknya kasus infeksi harian di negara tersebut.

“Sementara kepuasan dalam berpegang pada masker dan social distancing mungkin memainkan peran, tampaknya semakin mungkin gelombang kedua ini telah dipicu oleh strain yang jauh lebih ganas,” ungkap Vikram Patel, Profesor Kesehatan Global di Harvard Medical School, di Indian Express.

Namun, sebagian warga di India masih mempercayai takhayul sehingga memakai cara kuno untuk menyingkirkan wabah Covid-19.

Seperti yang terjadi pada sebuah desa di India, Distrik Malwa, yang berusaha mengusir corona dengan membawa obor. Mereka berkerumun dan meneriakkan “Bhaag Corona Bhaag” supaya wabah tersebut cepat berlalu.

Dikutip India Today, para warga India berkeliling dan membawa obor ke sana kemari sambil meneriakkan “Bhaag Corona Bhaag”.

Kemudian seperti dilansir India.com pada Kamis 22 April kemarin, mereka melakukan gestur tos dan membuang obornya keluar desa.

Menurut keterangan seorang tokoh desa Distrik Malwa dikutip India.com pada Kamis 22 April kemarin, tradisi tersebut sudah mereka jalankan sejak lama. Dia mengungkapkan setiap kali ada wabah menyerang di negaranya, satu orang dari setiap rumah bakal keluar dan menyalakan obornya.

Hingga saat ini, negara dengan penduduk sekitar 1,3 miliar tersebut mencatat total kasus Covid-19 mencapai 16,6 juta kasus positif dan 189.544 kasus kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *