Bocoran Pencairan Gaji ke-13, THR dan Pensiunan PNS 2021

Posted on
ilustrasi gaji k-13 pns
ilustrasi gaji k-13 pns

Jakarta, TINTAPENA.COM – Tahun 2021 ini pemerintah memastikan gaji ke-13 dan THR untuk Pegai Negeri Sipil beserta pensiuan PNS akan diberikan penuh setelah tahun lalu di pangkas akibat pandemi Covid-19.

Gaji ke-13 para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan biasanya dibayarkan menjelang pergantian tahun ajaran baru atau pada kisaran bulan Juli. Gaji ke-13 pada tujuannya memang ditujukan dalam membantu anggaran belanja PNS saat masuk tahun ajaran baru anak sekolah.

Sementara Tunjangan Hari Raya (THR), pada tahun sebelumnya, pencairan THR diberikan paling lambat 10 hari kerja sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Muslim. Proses pencairan THR tersebut diatur dalam bentuk peraturan pemerintah.

Namun, sampai saat ini pemerintah Indonesia belum merilis aturan yang dimaksud. Aturan pencairan THR biasanya diterbitkan oleh pemerintah menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Artinya, kemungkinan besar THR para PNS akan dicairkan pada Mei mendatang tahun 2021.

Kendati demikian hingga berita ini diturunkan, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Indonesia belum mengkonfirmasi pertanyaan CNBC Indonesia.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani. Menurutnya, tahun ini Tunjangan Hari Raya PNS dan gaji ke-13 akan kembali ke kondisi normal seperti pada tahun-tahun sebelum terjadi pandemi Covid-19.

“Direncanakan pemberian THR dan Gaji ke-13 kepada PNS dalam tahun 2021 secara full,” ujarnya kepada CNBC Indonesia beberapa waktu lalu.

Menurutnya, anggaran untuk THR dan gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil sudah dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Oleh karena itu, pemberian THR dan gaji ke-13 diharapkan bisa membantu para PNS untuk tetap melakukan belanja.

Namun, sebelum penerapannya nanti, menurutnya pemerintah akan tetap melihat kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam menangani dampak Covid-19, apakah perlu melakukan pemangkasan seperti tahun ini atau kembali ke saat kondisi normal.

“Saat ini rencananya sama dengan kebijakan sebelum pandemi Covid-19. Nanti akan dilakukan monitoring implementasinya di 2021, sebelum dilaksanakan,” ujar Askolani.

Sama seperti pemberian gaji maka pemberian Tunjangan Hari Raya dan Gaji ke-13 diberikan kepada PNS aktif hingga pensiunan. Anggaran setiap tahunnya pun selalu akan disiapkan.

Adapun 13 penerima THR dan Gaji ke-13 dari Pemerintah:

1. PNS
2. Anggota Polri
3. Prajurit TNI
4. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota POLRI yang ditugaskan di luar instansi pemerintah baik di dalam maupun di luar negeri yang gajinya dibayar oleh instansi induknya.
5.  PNS, Prajurit TNI, dan Anggota POLRI yang ditempatkan atau ditugaskan di perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.
6. Penerima gaji terusan dari PNS, Prajurit TNI, atau Anggota POLRI yang meninggal dunia, tewas, atau gugur.
7. PNS, Prajurit TNI, dan Anggota POLRI penerima uang tunggu.
8. Penerima gaji dari PNS, Prajurit TNI, atau Anggota POLRI yang dinyatakan hilang.
9. Hakim dalam jabatan Hakim Madya Muda ke bawah, atau hakim dengan pangkat Kolonel ke bawah, di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya.
10. Pegawai non pegawai negeri sipil pada LNS, LPP, dan BLU.
11. Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan.
12. Pegawai lainnya yang diangkat oleh pejabat yang memiliki kewenangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
13. Calon Pegawai Negeri Sipil.

Komponen Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 yang akan diterima para abdi negara meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, atau tunjangan umum, dan tunjangan kinerja.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 15 tahun 2019 tentang gaji PNS, gaji yang diterima Pegawai Negeri Sipil dikategorikan dengan beberapa golongan, yakni dari yang masa kerja terendah hingga masa kerja tertinggi dari PNS tersebut.

Untuk Pegawai Negeri Sipil golongan I masa kerja 0 tahun, menerima gaji Rp 1,56 juta per bulan. Sementara Pegawai Negeri Sipil golongan IV masa kerja 32 tahun, menerima gaji hingga Rp 5,9 juta.

CNBC Indonesia mencoba melakukan simulasi gaji ke-13 yang akan diterima PNS, ditambah dengan komponen-komponen di dalamnya, seperti tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan termasuk dengan tunjangan kinerja PNS.

Misalnya, dari Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No.37 tahun 2015 tentang Tunjangan Kinerja di lingkungan Pegawai Direktorat Jenderal Pajak.

Tunjangan kinerja PNS yang diterima untuk jabatan terendah seperti pelaksana menerima Rp 5,36 juta. Sementara itu, tunjangan kinerja tertinggi untuk jabatan tertinggi yakni Eselon I akan menerima Rp 117,3 juta.

Artinya, gaji ke-13 yang akan diterima PNS dengan menggabungkan gaji pokok dan tunjangan kinerja untuk jabatan terendah mencapai Rp 6,92 juta, sementara untuk jabatan tertinggi, bisa mencapai Rp 123,2 juta.

Besaran gaji ke-13 yang diterima PNS di atas belum mencakup tunjangan-tunjangan lainnya yang dimasukkan dalam komponen gaji ke-13, seperti tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan atau umum.

Namun, perlu di garis bawahi  bahwa tunjangan kinerja yang diterima PNS Direktorat Jenderal Pajak memiliki dasar penghitungan baru yakni memperhatikan Nilai Kinerja Pegawai (NKP), prestasi kerja, dan kontribusi pegawai tersebut.

Artinya, tidak semua Pegawai Negeri Sipil Pajak mendapatkan tunjangan kinerja yang sama. Hal ini dikarenakan basis penghitungan yang digunakan untuk pemberian tunjangan kinerja berdasarkan kinerja masing-masing Pegawai Negeri Sipil.

Sebagai catatan, simulasi yang akan dilakukan hanya mengacu pada satu instansi pemerintah. Setiap kementerian lembaga memiliki dasar sendiri dalam menentukan tunjangan kinerja bagi para pegawainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *