Bedah Sabu Jenis Baru, “Caramel” makin Marak Dikalangan Nelayan

Posted on
Sabu Jenis Baru, "Caramel" makin Marak Dikalangan Nelayan
Sabu Jenis Baru, “Caramel” makin Marak Dikalangan Nelayan

TINTAPENA.COM–Sabu jenis baru bernama Caramel kini mulai beredar di kalangan para nelayan. BNNK Blitar mengungkap hal ini setelah membekuk seorang nelayan berinisial ST (36 tahun).

“Iya sabu yang berwarna merah maroon ini di kalangan pemakai biasa disebut Caramel. Ini merupakan sabu jenis baru yang telah kami temukan peredaraannya di kalangan nelayan Blitar selatan,” ungkap Kepala BNNK Blitar AKBP Bagus Hari Cahyono dalam rilis di hadapan wartawan, Pada Senin (31/1/2022).

BNNK awalnya menggeledah rumah pelaku ST di Desa Kaligrenjeng, Kecamatan Wonotirto. Petugas pun telah menyita 12 klip sabu dengan berat total seluruhnya 42,95 gram.

Uniknya, dari 12 klip sabu ini, ada 2 klip yang jenisnya berwarna merah marun dan diketahui bernama caramel. Jenis caramel ini berbentuk seperti gula merah kristal. Harga caramel umumnya lebih rendah dari jenis sabu. Caramel dihargai sekitar Rp 1,1 juta per gram sementara untuk sabu putih seharga Rp 1,3 juta.

BNNK mengungkap peredaran berbagai jenis narkoba di Blitar makin mengkhawatirkan. Pemakai sabu yang ketergantungan dengan barang haram itu kini jumlahnya semakin banyak.

“Daya beli di kalangan nelayan cukup tinggi. Hal ini mengindikasikan, bahwa tingkat ketergantungan mereka pada sabu sangat sulit untuk dihilangkan. Kalau pun dinominalkan, total 42, 95 gram yang telah kami sita ini nilainya sekitar Rp 80 juta,” ujarnya.

Sindikat Pengedar

Tersangka ST diketahui merupakan sindikat pengedar antarkota. Dia mendapatkan stok seluruh jenis sabu itu dari seseorang yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO) dari Tulungagung.

ST kemudian mendapatkan barang haram itu melalui sistem ranjau. Untuk mengelabui petugas, ST mengemas sebuah timbangan digital sabu dengan menutup menggunakan stiker bergambar merek sebuah rokok kretek filter.

“Saya jualnya sampai ke nelayan Trenggalek juga,” ungkap ST di hadapan para wartawan.

ST kini dijerat Pasal 114 ayat 2, atau Pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *