Babi Ngepet Yang Berubah Wujudnya Saat Ditangkap, Dibunuh Warga

Posted on
Babi yang di duga babi jadi-jadian di Depok
Babi yang di duga babi jadi-jadian di Depok

TINTAPENA.COM–Warga di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, digegerkan dengan penangkapan seekor binatang babi, yang diduga kuat sebagai babi jadi-jadian alias babi ngepet.

Salah seorang warga yang ikut menangkap babi tersebut, Martalih, mengatakan dirinya dan sejumlah warga lainnya sempat mencurigai 3 orang yang masuk ke lingkungannya menggunakan sepeda motor, dini hari tadi pukul 00.30 WIB.

Martalih mengatakan, satu dari tiga pria yang mencurigakan tersebut mengenakan jubah tertutup berwarna hitam, dan Martilih meyakini bahwa ketiganya berkaitan erat dengan kemunculan babi yang diduga babi jadi-jadian ini.

Warga RT 02 RW 04 Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok memutuskan untuk membunuh babi yang diisukan sebagai babi jadi-jadian ‘babi ngepet’. Babi tersebut dipenggal  sore tadi pada Selasa 27 April atau kurang dari sehari sejak ditangkap pada Senin 26 april malam.

Warga RT 04 RW 04 Kelurahan Bedahan, Adam Ibrahim mengatakan pihaknya memutuskan untuk memenggal babi ngepet tersebut setelah mendapat tekanan dari aparat kepolisian setempat. Alasannya, keberadaan babi tersebut menimbulkan kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19.

“Di situ kita ditekan oleh aparat kepolisian, agar tidak mengadakan hal ini lagi. Artinya bagaimana caranya agar tidak ada sekumpulan orang untuk berkerumun,” ungkap Adam kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/4).

Babi yang diduga kuat sebagai babi ngepet tersebut kini telah dikubur di sepetak tanah yang juga dijadikan warga sebagai tempat pemakaman. Warga menancapkan batang tanaman setinggi kurang lebih 20 sentimeter sebagai tanda kuburan dari babi tersebut.

Adam mengaku belum menemukan identitas orang yang menjadi jelmaan babi ngepet tersebut. Seperti diketahui ‘babi ngepet’ merupakan hewan mistis yang menurut tuturan temurun berwujud asli seorang manusia.

Namun, Adam meyakini babi jadi-jadian tersebut akan menjadi manusia dalam waktu tiga hari setelah ditangkap. Namun, Ia terpaksa memenggal babi tersebut karena mendapat tekanan aparat, dan khawatir akan terus memicu kerumunan warga yang datang.

“Kalau kita tunggu ya pasti berubah wujud. Biasanya sampai 3 hari. Biasanya seperti itu. Cuma karena kita terdesak oleh keadaan, yang di mana keadannya masih dalam pandemi corona jadi orang berkerumun tuh, semakin lama semakin banyak yang datang,” ungkap dia.

“Dan aparat pun minta kepada tokoh masyarakat setempat untuk didatangkan MUI, tokoh, berkumpul memutuskan untuk bagaimana caranya. Akhirnya mereka minta pendapat kita, saya bilang jalan satu-satunya dibunuh. Saya bilang sperti itu,” tambahnya.

Warga RT 02 RW 04 Kelurahan Bedahan, Sawangan Depok meyakini telah menangkap seekor babi yang di duga sebagai babi ngepet yang telah mencuri uang warga dalam sebulan terakhir. Warga mengamankan kalung berbentuk tasbih setelah babi ngepet tersebut ditangkap. 
Meski demikian, kata Adam, warga telah mengamankan kalung berbentuk tasbih milik babi tersebut sebagai barang bukti. Kalung tasbih tersebut diamankan setelah babi tersebut ditangkap oleh warga pada Senin (26/4) malam.

Keberadaan hewan yang dianggap warga sekitar sebagai ‘babi ngepet’ sebelumnya ramai di bincangkan di media sosial. Ketua RW 4 Bedahan, Abdul Rosad, mengatakan keberadaan hewan tersebut membuat resah seluruh warga karena diduga telah mengambil duit sebagian warga hingga jutaan rupiah.

Menurut Adam, warga sebelumnya sempat menangkap seekor babi tersebut, tapi lolos. Penangkapan tersebut menjadi yang ketiga kalinya sejak kali pertama dilakukan awal Ramadan lalu.

“Kita sampai minggu-minggu, bulan lalu sering terjadi kehilangan pada warga. Jadi ini kan bukan baru sekali dia ini mencuri. Kejadiannya itu dia itu sudah pernah ketangkap sebelumnya,” tutur Abdul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *