Apa Hukum Bagi Driver Ojol Yang Antar Makanan/Minuman Haram?

Posted on
Apakah Hukum Bagi Driver Ojol Yang Antar Makanan/Minuman Haram?
Apakah Hukum Bagi Driver Ojol Yang Antar Makanan/Minuman Haram?

TINTAPENA.COM–Jakarta, Masa kini pesan antar makanan bisa jadi lebih mudah dengan kehadiran ojek online. Namun, tahukah kamu bagaimana hukumnya jika makanan yang diantar merupakan makanan haram dan diantar oleh driver muslim?

Jasa yang ditawarkan oleh seorang ojek online sangat mempermudah kegiatan kita sehari-hari. Mulai dari antar- jemput penumpang, mengirim barang serta pesan antar makanan di restoran yang kita inginkan jadi jauh lebih mudah.

Cukup hanya dengan mengoperasikan aplikasi lewat handphone, memilih restoran yang kita inginkan, memilih menu kemudian pesanan makanan akan diantar oleh driver ojek online sampai ke rumah kita. Metode pembayaran juga bisa dilakukan secara tunai atau menggunakan e-wallet.

Berbicara soal makanan, umat muslim sudah sangat jelas dilarang untuk mengonsumsi makanan dan minuman haram. Lantas jadi bagaimana jika hanya mengantarkan makanan dan minuman haram tersebut seperti yang mungkin dialami kebanyakan oleh driver ojek online muslim.

Tak jarang saat ini driver ojol muslim sering mendapat orderan pesanan makanan seperti daging babi atau minuman alkohol. Atau ada juga yang menggunakan jasa pengiriman barang berupa makanan dan minuman haram bagi umat muslim.

Jika driver ojol yang melakukan hal tersebut merupakan seorang muslim, lantas bagaimana hukumnya dalam Islam? Perkara ini pun juga ikut ditanggapi langsung oleh ustaz Abdul Somad dalam sebuah ceramahnya yang diunggah di beberapa channel YouTube.

Menurut ustaz Abdul Somad, jika seorang driver ojol muslim tidak mengetahui isi makanan yang dibawa mengandung sesuatu yang haram, maka itu tidak jadi masalah. Lantas, jika mengetahui sebaiknya driver ojol mengalihkan orderan kepada driver ojol lainnya yang semazhab dengan makanan yang dipesan tersebut.

Buya Yahya juga ikut memberikan pandangannya soal masalah ini. Menurutnya, ia menjelaskan dalam masalah semisal driver ojol yang beragama muslim mendapat orderan antar atau pesanan minuman khamr.

Dalam kasus itu maka sah-sah saja, asalkan minuman tersebut ditujukan untuk orang yang non muslim yang mana minuman tersebut halal jika mengonsumsi minuman khamr. Bahkan menurut Buya Yahya, minuman itu termasuk minuman yang terhormat bagi seorang non muslim.

Disebut terhormat lantaran orang non muslim yang mengonsumsi itu dilakukan secara tertutup hanya di dalam rumahnya saja tanpa mengajak satupun orang muslim. Jika kondisi seperti itu maka sebagai seorang driver ojol muslim harus menjaga minuman tersebut agar tidak jadi rusak.

“Jika ini milik kalangan mereka sendiri mereka halal dalam agamanya untuk mengonsumsi khamr, makan d harus menjaganya asalkan tidak mengajak orang muslim. Kalau mengajak satu saja itu sudah rusak semuanya,” tutur Buya Yahya.

Itu semua dilakukan karena kita sebagai sesama manusia diharuskan hidup bersama tanpa membeda-bedakan kepercayaannya. Namun, jelas hukumnya haram jika minuman itu diantar kepada orang Muslim yang mana haram baginya untuk dikonsumsi.

“Jadi kalau antar minuman itu untuk kaum nya tidak dikatakan haram karena tidak ada Kemaksiatan atau tidak ada saling menyakiti mendustai menjerumuskan dan itu sah-sah saja,” Buya Yahya melanjutkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *