Anies Kecewa Karena Sedang Berusaha membangun Kepercayaan Masyarakat Soal Vaksin

Posted on
Anies Kecewa Karena Sedang Berusaha membangun Kepercayaan Masyarakat Soal Vaksin
vaksin Covid-19 yang akan diedarkan di dalam negeri berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan. (CNN Indonesia/Timothy Loen)

TINTAPENA.COM–Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan insiden meninggalnya seorang pria di Jakarta sehari setelah menerima suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca sehingga perlu menjadi perhatian serius.
Anies menyebut telah berkoordinasi dengan Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono terkait peristiwa akibat vaksin tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi tadi siang sekitar jam 13:00 WIB, kami sudah sampaikan kepada Pak Wakil Menteri Kesehatan, bahwa kejadian ini perlu menjadi perhatian yang amat serius, karena saat ini kita sedang membangun kepercayaan masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi,” kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, pada hari Senin (10/5).

Dalam koordinasinya itu, Anies juga menyampaikan kepada Wamenkes Dante ihwal soal kebijakan di beberapa negara Eropa terkait pembatasan usia bagi penerima vaksin AstraZeneca.

“Vaksin AstraZeneca itu diberikan diutamakan pada mereka yang sudah berusia di atas 40 tahun, bahkan ada yang di atas 60 tahun juga, tadi kami sudah sampaikan usulan untuk dibuatkan tambahan ketentuan di dalam proses screening untuk bisa mencegah terjadinya risiko fatalitas sebagai efek samping dari vaksin,” ujar Anies.

Anies lebih lanjut mengatakan soal kasus tersebut juga tengah dilakukan investigasi Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI). Di DKI Jakarta, kata dia, belum ada keputusan lebih lanjut untuk menghentikan vaksinasi dengan AstraZeneca.

“Kita tunggu dari Kemenkes aja, sampai dengan saat ini belum ada arah kebijakan yang telah berubah, jadi saat ini masih sama,” tuturnya.

Pria yang berusia 22 tahun bernama Trio Fauqi diketahui meninggal dunia sehari usai menerima suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca di Istora Senayan, hari Rabu (5/5) lalu.

Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari menyebut timnya telah melakukan investigasi bersama Komisi Daerah (Komda) KIPI DKI Jakarta sejak hari Jumat (7/5) lalu.

Hingga saat ini, ia menilai belum ada bukti yang kuat yang dapat menunjukkan keterkaitan antara kematian Trio dengan KIPI vaksin AstraZeneca.

“Kesimpulannya kejadian ini belum bisa dikaitkan antara kematian dengan efek vaksinasi AstraZeneca. Jadi kami saat ini bersama Komda DKI menelusuri ke dokter yang pernah merawat atau tempat dia [Trio] berobat. Juga dokter yang memeriksa waktu jenazah, apakah ada tanda-tanda lain yang bisa dikaitkan dengan kematian Trio,” kata Hindra saat dihubungi CNNIndonesia.com, hari Senin (10/5).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *