Agen Bus Keluhkan Banyak Penumpang Mulai Batalkan Tiket

Posted on

Agen Bus Keluhkan Banyak Penumpang Mulai Batalkan Tiket

TINTAPENA.COM–Jakarta, Sejumlah agen bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Terpadu Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur mengeluhkan terjadinya pembatalan tiket yang dipesan penumpang. Pembatalan tersebut terjadi usai terbitnya surat edaran pra larangan mudik oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.
Karyawan dari agen bus AKAP Agra Mas yang melayani rute perjalanan Jakarta menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur Ratna Dewi mengatakan jika ada sekitar separuh tiket yang dipesan pada 1 sampai 5 Mei mendatang telah dibatalkan oleh beberapa calon penumpangnya.

“Mungkin mereka juga ragu kali, orang banyak yang dibatalin juga hari ini. Ada larangan (pengetatan) kan yang katanya tanggal 22 sampai 24,” kata Ratna saat ditemui di kantor agennya, di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, pada Jumat (23/4).

Adanya pembatalan pemesanan tiket itu, kata Ratna, membuat agen busnya merugi. Sebab, ketika calon penumpang memesan kursi keberangkatan, mereka akan mentransfer sejumlah uang kepada agen. Pihak agensi kemudian akan melakukan pemesanan kursi ke PO armada bus.

Ketika para calon penumpang membatalkan tiket yang mereka pesan, terdapat beban biaya yang akan ditanggung agen.

“Soalnya kalau nanti kita enggak bisa dapat gantinya kita harus nombok ke kantor. Kantor kan enggak mau tahu soal itu. Tahunya ngambil bangku segitu, ya.. bayarnya juga segitu,” tutur Ratna.

Ratna mengatakan sejak tanggal 1 hingga 23 April, jumlah penumpang menjadi sangat sedikit. Meski demikian, pesanan tiket untuk keberangkatan bus pada 1 sampai 5 Mei jadi meningkat. Pemesanan tiket paling banyak untuk keberangkatan ditanggal 4 dan 5 Mei.

Ratna menyebutkan, kalau dalam sehari setidaknya terdapat sepuluh armada bus AKAP yang diberangkatkan agennya. Adapun dengan jumlah penumpang dari terminal Pulogebang paling sedikit yaitu hanya terisi sepuluh orang per bus.

“Ya, paling tinggal separuhnya aja. Enggak tahu kalau besok, ya.. kalau ada yang dibatalin lagi. Cuman pada nanya sih, pada WA, gimana masih bisa pesan enggak?” kata Ratna.

Hal yang serupa juga dialami agen bus Murni Jaya yang melayani rute Jakarta menuju Jawa Tengah. Karyawan dari agen bus Murni Jaya Ha Panggabean mengaku sudah menerima banyak pesan Whatsapp yang berisi tentang pembatalan tiket yang telah dipesan dari para calon penumpang.

Pembatalan terjadi paling banyak pada perjalanan bus ditanggal 2, 4, dan 5 Mei. Menurut Ha, penyebab terjadinya pembatalan paling banyak karena adanya soal larangan mudik oleh pemerintah.

Selain itu, terjadinya pembatalan juga berkaitan dengan surat edaran oleh Satgas Covid-19 yang mengatur tentang pengetatan perjalanan ke luar kota pada masa pra larangan mudik nanti.

“Karena mereka takut, apalagi ada keluar surat edaran soal Jalan Karawang akan disekat jadi pada takut,” kata Ha saat ditemui di kantor agennya.

Menurut Ha juga, hal ini sangat membuat agennya merugi. Namun, kerugian itu hanya terjadi pada pembatalan bus dengan keberangkatan jam pagi. Sebab, bus jam pagi di agennya tersebut menggunakan layanan dari aplikasi Red Bus.

“Kalau yang pagi ada. Kalau yang pagi kita sudah pakai aplikasi,” ujar Ha.

Ha mengatakan, biasanya pada kondisi normal sebelum pandemi seperti ini, saat memasuki masa mudik lebaran ia bisa memberangkatkan 20 bus dalam sehari dengan kursi yang terisi penuh.

Namun, sejak adanya pandemi seperti sekarang, jemlah pendapatannya jadi menurun cukup drastis. Ha kesulitan untuk mendapatkan penumpang.

“Tapi selama ada Covid-19 sejak tahun 2020 lalu, astaghfirullohal ‘adzim, satu (bus) aja susah,” keluhnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelaksana Operasional dan Kemitraan Unit Pengelola Terminal Terpadu Pulogebang Afif Muhroji mengatakan kalau pihaknya memprediksi akan terjadi kenaikan penumpang yang cukup signifikan menjelang masa larangan mudik mendatang.

Kenaikan tersebut diperkirakan terjadi pada tanggal 1 hingga 5 Mei nanti. Meski demikian, kata Afif, kenaikan tersebut tidak sebanyak masa normal sebagaimana tahun-tahun lalu.

“Terutama Jumat malam sama Sabtu itu bisa ada kenaikan penumpang,” kata Afif saat ditemui di lobby Terminal Pulogebang.

Menurut Afif, sejak tanggal 1 hingga 23 April, keberangkatan penumpang ke daerah di terminal Pulogebang memang menurun. Berdasarkan dari sejumlah data yang dihimpun pihak pengelola terminal, yaitu pada tanggal 1 hingga 15 April rata-rata jumlah penumpang per hari sebanyak 1.000 orang.

Jumlah penumpang ada bertambah lebih banyak dari hari biasanya terjadi pada tanggal 1 April. Menurut Afif, hal itu karena pada tanggal 2 April adalah tanggal merah dan terdapat libur panjang akhir pekan.

“Tapi hari Senin kita ada kedatangan sekitar 2.500 (penumpang). Jadi bukan orang yang mudik tapi nyolong waktu karena mereka pulang trus balik lagi,” ujarnya.

Sementara itu, sejak tanggal 16 sampai 20 April rata-rata jumlah keberangkatan penumpang dari terminal Pulogebang terus menurun.

“16 April itu turun jadi 900 penumpang sampe mencapai penurunan kemarin tanggal 20 ada sekitar 500 penumpang keberangkatan,” jelas Afif.

Sebelumnya, Satgas Covid-19 telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah.

Edaran tersebut mengatur tentang pengetatan syarat bagi pelaku perjalanan dalam negeri. Salah satu poin dalam edaran tersebut adalah soal perubahan masa berlaku hasil tes SWAB Antigen/PCR dan GeNose menjadi 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Aturan ini akan berlaku bagi seluruh calon pelaku perjalanan yang akan menggunakan alat transportasi udara, laut, dan kereta api. Dalam edaran tersebut juga disebutkan jika aturan ini akan berlaku per tanggal 22 April hingga 24 Mei mendatang.

Sementara itu, mengenai transportasi umum darat seperti bus dan kendaraan pribadi, Satgas Covid-19 mengimbau agar para pelaku perjalanan melakukan tes deteksi Covid-19 pada 1 x 24 jam sebelum keberangkatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *