90% Siswa Mendukung Sekolah Tatap Muka Di Yogyakarta

Posted on
90% Siswa Mendukung Sekolah Tatap Muka Di Yogyakarta
90 persen siswa menghadiri uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta untuk siswa SD dan
SMP. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

TINTAPENA.COM–Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Budhi
Asrori menyatakan berlangsungnya uji coba sekolah tatap muka di Yogyakarta untuk siswa SD
dan SMP selama hampir dua pekan belakangan ini dihadiri sekitar 80 hingga 90 persen siswa.
Ia menyebutkan walau memang tak diwajibkan menghadiri sekolah tatap muka, namun tingginya
kehadiran siswa tersebut dinilai menjadi salah satu indikasi uji coba belajar fisik yang
telah berjalan dengan baik.

“Hampir sebagian besar para siswa mengikuti kegiatan uji coba sekolah tatap muka. Memang,
dalam hal ini siswa tidak dipaksakan untuk mengikutinya, tetapi ternyata banyak yang
memilih mengikuti uji coba,” katanya seperti dikutip dari Antara, hari Minggu (9/5).

Ia juga kemudian mencontohkan beberapa sekolah, seperti SD Serayu yang dalam satu angkatan
kelas memiliki total 121 siswa dan 100 orang siswanya menghadiri kegiatan uji coba tatap
muka tersebut.

Begitu pula siswa SMP Negeri 1 Yogyakarta, dari total 253 siswa kelas 7 yang tidak hadir
hanya 17 orang siswa saja, dan di kelas 8 yang tidak masuk sebanyak 40 orang siswa dari
total 274 siswa kelas 8.

“Uji coba sekolah tatap muka ini merupakan layanan yang sudah disiapkan sekolah dan siswa
yang mengikutinya pun harus atas persetujuan dari orang tua,” ujarnya.

Khusus untuk penerapan protokol kesehatan covid-19, ia mengatakan pihak sekolah sudah
memiliki standar operasional prosedur, seperti melakukan pengecekan suhu sebanyak dua kali
yaitu pada saat siswa datang sekolah dan saat akan pulang sekolah.

Para siswa juga diwajibkan untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, dan duduk di tempat
duduk yang sudah ditetapkan. Pembatasan jumlah siswa pun telah diterapkan untuk memastikan
protokol jaga jarak.

“Pada dasarnya, saat siswa sudah ada di dalam kelas, justru tidak ada terlalu banyak
pergerakan. Mungkin hanya izin ke toilet saja. Ini menjadi bagian dari penerapan protokol
kesehatan yang bagus,” tambahnya.

Dia juga memastikan saat proses penjemputan pulang sekolah diatur secara ketat agar tidak
terjadi kerumunan. “Kami pun meminta pihak sekolah untuk melakukan semacam skrining
kesehatan tiap hari ke pada siswa dan orang tua siswa,” ujarnya.

Setiap hari, sekolah akan menanyakan status atau kondisi kesehatan terkini pada siswa dan
anggota keluarga yang tinggal satu rumah dengan siswa.

“Jika siswa atau ada anggota keluarga lain yang sedang sakit, maka siswa diminta untuk
tidak datang ke sekolah,” tambahnya.

Berbagai upaya tersebut dilakukan agar tidak muncul klaster penularan covid-19 baru dari
proses uji coba sekolah tatap muka.

Sedangkan untuk pemberian materi pembelajaran yang diajarkan selama sekolah tatap muka
berlangsung yaitu lebih diarahkan pada pendidikan karakter sebagai upaya relaksasi bagi
anak agar nantinya dapat kembali terbiasa untuk belajar di sekolah.

“Selama pandemi, para siswa hanya bersekolah dari rumah melalui zoom. Saat uji coba ini,
maka para siswa dibiasakan kembali untuk menjalani kegiatan di sekolah. Makanya, lebih
banyak pada pembentukan karakter,” ucapnya.

Kegiatan uji coba sekolah tatap muka ini kemungkinan akan dilanjutkan usai libur Lebaran.
“Untuk jumlah sekolah yang akan mengikutinya memang masih akan dievaluasi. Apakah akan
ditambah atau hanya cukup dilakukan di lima SD dan lima SMP dulu seperti saat sekarang,”
ungkap Budhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *