6 Petugas Kesehatan Bandara Kualanamu Diamankan Karena Tes Antigen Bekas

Posted on
ilustrasi tes antigen
ilustrasi tes antigen

TINTAPENA.COM– Sedikitnya enam orang petugas kesehatan diperiksa usai Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sumut menggerebek tempat pelayanan rapid test antigen di Lantai Mezzanine Bandara Kualanamu (KNIA) Deliserdang, Selasa (27/4).
Penggerebekan itu dilakukan setelah polisi menerima laporan terkait pelayanan tes antigen di lokasi tersebut menggunakan alat kesehatan bekas yang telah digunakan sebelumnya kepada pasien. Rapid test antigen merupakan salah satu metode untuk mendeteksi virus corona (Covid-19) yang terdapat pada tubuh seseorang.

“Personel mengamankan 6 orang petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan rapid test di sana kemarin sore. Enam orang yang diamankan polisi saat ini tengah dimintai keterangan,” ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Rabu 28 April Kemarin.

Penggerebekan tersebut bermula dilakukan dari aksi petugas yang menyamar sebagai salah satu penumpang dan ikut antre di posko pelayanan rapid test antigen Bandara Kualanamu, Deliserdang.

Bandara Kualanamu sendiri menerima pelayanan kesehatan rapid test antigen mulai 18 Desember 2020 seiring denganĀ  pandemi virus corona (Covid-19) mewabah di tanah air.

Kemudian, setelah mendapat nomor antrean, personel Kriminal Khusus itu dipanggil dan masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Di sana, petugas yang sedang menyamar itu diambil sampel dengan kedua hidungnya dimasukkan alat tes rapid antigen. Setelah 10 menit menunggu untuk mendapatkan hasilnya, hasil tes antigen tersebut menyatakan positif Covid-19.

Usai pemeriksaan tersebut, polisi kemudian memeriksa seluruh isi ruangan yang digunakan untuk tes rapid antigen dan menyita beberapa bukti berupa ratusan alat rapid antigen yang diduga bekas. Polisi kemudian mengamankan enam petugas layanan rapid tes tersebut untuk dimintai keterangan.

“Kasus tersebut masih dalam pendalaman. Nanti yang jelasnya akan disampaikan oleh Bapak Kapolda dan Dirkrimsus,” katanya.

PT Kimia Farma Diagnostik memastikan akan menjatuhkan sanksi berat kepada oknum petugas layanan kesehatan rapid test antigen bekas di Lantai Mezzanine Bandara Kualanamu atas kasus tersebut. Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostik Adil Fadhilah Bulqini mengatakan, jika hal itu benar, layanan rapid antigen bekas merupakan suatu pelanggaran yang berat.

“Apabila terbukti bersalah, maka para oknum petugas layanan rapid test tersebut akan kami berikan tindakan tegas dan sanksi yang berat sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/4).

Terpisah, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi juga mengatakan bahwa layanan rapid test antigen bekas di bandara Kualanamu hanya dilakukan oleh orang-orang bermental kere.

Menurut Edy, aksi keenam oknum pelayanan rapid test itu sama sekali menunjukkan simpati dan hanya mencari kesempatan dalam kesempitan. Edy juga meminta aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut sehingga bisa segera diproses agar para pelaku jera dan tak ada kasus yang sama terulang kembali.

“Orang-orang yang masih punya mental kere, tidak baik dalam kondisi sulit. Tidak perlu diperpanjang, yang salah akan di berikan sanksi dan dihukum,” kata Edy, Rabu siang kemarin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *