12 Ikhwanul Muslimin Vonis Hukuman Mati Tanpa Banding

Posted on
12 Ikhwanul Muslimin Vonis Hukuman Mati Tanpa Banding
12 Ikhwanul Muslimin Vonis Hukuman Mati Tanpa Banding

TINTAPENA.COM–Jakarta, Sebanyak 12 anggota Ikhwanul Muslimin divonis hukuman mati oleh Mahkamah Agung (MA) Mesir. Vonis hukuman mati untuk 12 anggota Ikhwanul Muslimin menjadi puncak kasus pembunuhan massal pada 2013 lalu oleh pasukan keamanan.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, hari Selasa (15/6/2021), sebanyak 12 orang yang divonis mati itu termasuk dua pemimpin senior Ikhwanul Muslimin. Kasus tersebut yang membuat 12 anggota Ikhwanul Muslimin berawal dari penggulingan Mohamed Morsi dari kursi Presiden Mesir oleh militer pada tahun 2013.

Ada lebih dari 600 terdakwa dalam kasus ini. Seperti yang diketahui, para pendukung Ikhwanul Muslimin melakukan aksi besar-besaran dengan menduduki Lapangan Rabaa Al-Adawiya di Kairo timur, untuk menuntut kembalinya kekuasaan Morsi.

Setelah berhasil menduduki Lapangan Rabaa Al-Adawiya, sejumlah pasukan keamanan menyerbu. Mereka telah membunuh sekitar 800 orang dalam satu hari.

Pada saat itu para pihak berwenang mengatakan bahwa para pengunjuk rasa bersenjata dan pembubaran paksa merupakan tindakan kontra-terorisme yang vital. Ini menandai dimulainya tindakan keras terhadap kelompok Ikhwanul dan oposisi sekuler di Mesir.

Sebanyak 12 anggota Ikhwanul Muslimin itu langsung dijatuhi hukuman mati dalam sebuah persidangan yang digelar kemarin, hari Senin (14/6), waktu setempat. Mereka dinyatakan telah mempersenjatai geng kriminal.

“Mempersenjatai geng kriminal yang menyerang penduduk dan melawan polisi serta memiliki senjata api… amunisi… dan bahan-bahan pembuat bom,” kata MA Mesir dalam putusannya.

“Dakwaan lain, termasuk membunuh polisi… melawan pihak berwenang… dan pendudukan dan perusakan properti publik,” imbuh MA Mesir dalam putusannya itu.

Sumber pengadilan mengatakan bahwa 2 di antara 12 orang anggota Ikhwanul Muslimin yang dihukum mati adalah Mohamed al-Beltagy dan Safwat Hegazy. Mohamed dan Hegaazy merupakan tokoh senior Ikhwanul Muslimin.

Disebutkan bahwa putusan MA Mesir ini sudah final dan tidak dapat dilawan dengan mengajukan banding. Pejabat pengadilan Mesir mengatakan kepada AFP bahwa pengadilan juga telah mengurangi hukuman kepada 31 anggota Ikhwanul Muslimin lainnya.

Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman penjara selama seumur hidup kepada pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mahmud Ezzat. Ezzat dinyatakan telah bersalah melakukan ‘terorisme’. Demikian surat kabar milik pemerintah Al-Ahram melaporkan.

“Pengadilan Kriminal Kairo pada hari Kamis (8/4) menghukum Mahmud Ezzat, yaitu pemimpin tertinggi sementara Ikhwanul Muslimin yang dinyatakan sebagai teroris, dengan hukuman penjara seumur hidup atas tuduhan pembunuhan dan terorisme,” menurut surat kabar itu seperti dilansir kantor berita AFP, hari Jumat (9/4)

Ezzat yang ditangkap pada bulan Agustus tahun 2020 di Kairo. Dia sempat selama beberapa tahun melarikan diri.

Pria berusia 76 tahun itu dinyatakan bersalah karena ‘menghasut untuk membunuh’ dan ‘memasok senjata’ selama bentrokan terjadi antara demonstran di luar markas besar Ikhwanul Muslimin pada tahun 2013, kata sumber pengadilan, yang juga mengkonfirmasi hukuman tersebut.

Pada tahun 2015, Ezzat dijatuhi hukuman mati secara in absentia, serta hukuman penjara seumur hidup, setelah ia dinyatakan bersalah karena mengawasi pembunuhan tentara dan pejabat pemerintah saat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *